Karakterisasi komponen intrinsik utama buah sawit (Elaeis guineensis, Jacq.) dalam rangka optimalisasi proses ekstraksi minyak dan pemanfaatan provitamin A

Date
1992Author
Muchtadi, Tien R.
Soekarto, Soewarno T.
Wirakartakusumah, M.Aman
A.F.S.Budiman T.
Djatmiko, Bambang
Soebiapradja, Rachmat
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik buah sawit dan komponen kimia intrinsik, agar dapat memberikan landasan teknis proses pengolahan, dan untuk pemanfaatan komponen minyak sawit. Percobaan yang berkaitan dengan karakterisasi buah meliputi beberapa tingkat umur buah (3, 10, 13, 16 dan 20 minggu); analisis morfologi, anatomi, histologi, dan susunan komponen kimia lemak. Sedangkan perlakuan yang berkaitan dengan proses dan pemanfaatan, meliputi tingkat umur panen, perlakuan pemanasan awal,. ekstraksi minyak, pemisahan asam lemak bebas, dan karotenoid, , Pada aplikasi SFE (supercritical Fluid Extraction) untuk ekstraksi minyak dan deasidifikasi, dipelajari parameter proses yang meliputi suhu (40, 50, 60°c) dan tekanan (2000 dan 2500 psi) untuk deasidifikasi, serta suhu (40°c) dengan tekanan (3000-3500 psi) untuk proses ekstraksi, menggunakan fluida C02. Dalam satu tandan sawit, terdapat sebanyak 46% buah, yang berukuran panjang sekitar 2-5 cm dan berat sekitar 3-30 gram, berwarna ungu hitam pada saat muda, kemudian akan berwarna kuning merah pada saat matang, - terdiri atas bagian buah (perikarp), termasuk kulit luar (eksokarp) , dan daging buah (mesokarp) , serta bagian biji (endokarp) yang meliputi tempurung dan inti (endosperm) atau kernel. Buah sawit dari varietas Tenera mengandung bagian mesokarp sebanyak 60-85%, dengan tebal kulit 0,5-4.0 nun (Hartley, 1979). Bagian mesokarp tersusun oleh seratserat yang mengarah longitudinal memanjang dan sel-sel parankhim yang tersusun dan berorientasi radial pada irisan melintang. Sel parenkh'im berbentuk tabung yang panjangnya sekitar 8-10 dan diameter sekitar 2-3 p. Kandungan minyak, terutama yang ada dalam sel mesokarp, pada saat tua/ matang akan membesar sehingga sel-selnya terisi penuh oleh globula lemak, yang kemudian disebut kantung lemak. Sedangkan sel-sel inti sawit berbentuk sel diagonal yang tersebar merata, terisi oleh globula lemak yang berukuran kecil.

