IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Undergraduate Final Assignments
      • UF - Faculty of Economics and Management
      • UF - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Undergraduate Final Assignments
      • UF - Faculty of Economics and Management
      • UF - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis ekonomi pengembangan letas (Lettuce) dengan sistem budidaya hidroponik metode nutrient film technique (NFT)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.907Mb)
      Abstract (193.3Kb)
      PostScript (298.5Kb)
      Date
      1999
      Author
      Wahendra, Rio
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sejak tahun 1990 hingga tahun 1997 impor letas cenderung mengalami peningkatan. Peningkatan tajam terjadi pad a tahun 1997, dimana volume impor letas mencapai 693.941 kilogram dengan nilai 978.649 dolar Amerika Serikat. Meningkatnya permintaan letas ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan pendapatan penduduk di Indonesia selain itu juga karena terjadinya perubahan pola konsumsi yang mengikuti gaya California. Ini menggambarkan prospek pasar elalam negeri yang menjanjikan untuk menggantikan leias impor yang harganya semakin mahal seiring dengan menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, disamping kemungkinan untuk meningkatkan perolehan devisa dad ekspor letas domestik dalam jangka panjang. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif komoditi letas hasil sistem budidaya hidroponik dengan metode NFT dan mempelajari prospek pengembangannya di masa datang. Penelitian dilakukan pada bulan September dan Oktober tahun 1998 eli perkebunan milik Ir. H. A. Ismet Hakim, pensiunan perwakilan Indonesia eli FAO, Roma yang terletak di tengah-tengah perkebunan teh Goalpara, desa Cipaku, kecamatan Sukaraja, Sukabumi. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan konsultan yang membantu pembangunan green house dan para pekerja yang bekerja di perkebunan terse but. Sedangkan data sekunder diperoleh dari beberapa lembaga, seperti Biro Pusat Statistik dan Pusat Studi Ekonomi serta toko-toko pertanian juga literatur-literatur yang relevan dengan penelitian. Untuk menganalisis efisiensi finansial dan ekonomi usaha budidaya letas sistem NFT digunakan Matriks Analisis Kebijakan atau Policy Analiysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bersaing komoditas letas hasil budidaya sistem NFT cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai DRC dan PCR yang lebih kecil dari satu masing-masing sebesar 0,27 dan 0,37. Usaha budidaya letas dengan sistem NFT ini juga menghasilkan keuntungan privat dan keuntungan sosial masing-masing sebesar 2217,38 dan 3678,57 rupiah per kilogram. Secara keseluruhan kebijakan pemerintah yang ada belum kondusif bagi pengembangan pengusahaan letas dengan sistem NFT karena keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha lebih keeil daripada yang seharusnya diperoleh. Hasil analisis sensitivitas dengan merubah beberapa komponen harga, yaitu harga output turun sebesar 50 persen, upah tenaga kerja meningkat 66 persen, harga pupuk naik 100 persen dan kombinasi dari ketiganya menunjukkan, bahwa nilai DRC dan PCR sangat peka terhada peru bah an harga output dibandingkan dengan perubahan harga faktor-faktor produksi. Prospek usaha budidaya letas sistem budidaya NFT eukup baik mengingat relatif tingginya permintaan dari beberapa pedagang besar dan konsumen seperti Cibodas Mandiri, Saung Mirwan, Kem Farm, PT Jorro/Jorindo, Me Donald dan PT Double I yang meneapai 2400 kilogram letas per hari. Sementara produsen domestik tradisional belum mampu memenuhi permintaan tersebut baik dari segi kuantitas maupun segi kontinuitas. DaJam jangka pendek, pemerintah harus Jebih banyak memberikan perhatian pada upaya-upaya untuk mengurangi ketergantungan pada Jetas impor, sehingga dapat menghemat pengeJuaran devisa. DaJam jangka panjang, kebijakan pemerintah harus mampu menciptakan kondisi yang kondusif yang dapat menarik para investor untuk mau menanamkan modaJnya di sektor agribisnis pada umumnya dan khususnya mendorong pengembangan usaha budidaya Jetas dengan sistem hidroponik metode NFT bagi petani yang pemiJlhan Jahannya terbatas dan/atau tidak memiliki Jahan sama sekali.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/23023
      Collections
      • UF - Economics and Development Studies [3299]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository