Penjelidikan tentang Neratja Hara Mineral dari Padi Sawah (Oryza Sativa L.)
On the mineral nutrition of lowland rice (Oryza Sativa L.);
Onderzoekingen over de minerale voeding van sawahrijst (Oryza Sativa L.)
Abstract
Sokongan pendapat tsb. diatas diberikan oleh pertjobaan dari VAN DE GOOR (1941), jang telah menjelidiki pengaruh pupuk hidjau pada bermatjam varietas padi. Ternjata, bahwa varietas Untung jang tsb. diatas memberikan kenaikan produksi jang terketjil. Mung-kin tidak dapat dipertjajai, lagi pula memperlihatkan kepekaan rebah jang terbesar.
Kita dapat meramalkan, bahwa beberapa varietas tertentu akan bereaksi negatif terhadap pemupukan nitrogen, meskipun ini di-lakukan pada tanah-tanah kurang subur. Mungkin pupuk jang lain tidak memberikan hasil jang dimaksudkan. Keadaan ini dan pendapat EDELMAN dan VAN BEUKERING (1948) mendjelaskan alasan mengenai pertanian rakjat tanpa pemakaian' pupuk.
Dari apa jang tsb. diatas dapat disimpulkan dalil, bahwa melihat kesuburan fisik hanja berpengaruh sedikit pada pesawahan. Seleksi baru dapat memberikan hasil memuaskan, bilamana dilakukan pada tanah-tanah dengan kesuburan kimia jang lumajan¹). Tanah tak subur dengan demikian harus kita pupuk untuk memperbaikinja. Untuk memupuk jang tepat, maka kita harus mengetahui kebutuhan akan zat hara tanaman. Djuga dapat kita memberikan diagnosa keadaan hara berdasarkan atas beberapa sifat dalam tanaman.
Analisis tumbuhan merupakan satu tjara kearah tsb. diatas. Tjara ini membawa beberapa kesulitan. Kadar unsur hara dalam tumbuhan sangat variabel, dan tergantung pada keadaan luar, pada varietas, pada umur dan pada tubuh jang dipandang. Untuk mempermudah kita mengadakan suatu pilihan. Pilihan ini tibanja pada daun, karena disini terdapat segenap pembentukan zat-zat organik. Kekurangan salah satu dari zat pembangun atau salah satu dari …
Collections
- DT - Agriculture [785]

