| dc.description.abstract | Adang Saputra. C 05400304. Seleksi umpan untuk meningkatkan hasil tangkapan kembung perempuan (Rastrelliger braclrysomd) dengan pancing ulur (hand line) di perairan Tanjung Pasir, Banten. Dibimbing oleh Dr. Ir. Gondo Puspito, M.Sc. dan Ir. Diniah,M.Si._ Daerah perikanan tangkap Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, didominasi oleh perikanan tradisional dengan alat tangkap yang digunakan tergolong sederhana. Jenis alat tangkap yang dominan digunakan adalah pancing ulur {hand line). Jenis ikan yang menjadi tujuan utama penangkapannya adalah kembung perempuan (Rastrelliger brachysomd) dan beberapa jenis ikan ekonomis lainnya, seperti kembung lelaki (Rastrelliger kanagurtd), layang (Decapterus sp.) dan kurisi (Nemiptertis nemaptophorus). Saat ini nelayan pancing ulur Desa Tanjung Pasir menghadapi permasalahan dalam menentukan jenis umpan yang sesuai untuk menangkap kembung perempuan. Jenis umpan yang digunakan umumnya adalah ikan, udang, cumi-cumi dan terkadang kerang. Padahal keberhasilan penangkapan ikan dengan pancing ulur sangat tergantung pada jenis umpan yang digunakan. Pada penelitian ini akan dicoba menentukan jenis umpan yang paling sesuai untuk menangkap kembung perempuan dari ketiga jenis umpan yang biasa digunakan nelayan, yaitu udang, cumi-cumi dan ikan. Penelitian lapang berlangsung antara tandai 20 Januari - 9 Februari 2002 di perairan Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dengan melakukan penangkapan ikan secara langsung bersama nelayan. Jumlah trip penangkapan sebanyak 15 kali. Pada setiap trip dioperasikan 3 unit pancing ulur. Masing-masing unit ditangani oleh seorang pemancing dengan posisi pemancingan di haluan, tengah dan buritan perahu. Data primer yang dikumpulkan meliputi berat (g), jumlah (ekor) dan jenis ikan hasil tangkapan. Adapun data sekunder terdiri atas keadaan umum lokasi penelitian dan produksi perikanan Kabupaten Tangerang antara tahun 1996-2001. Dari hasil penelitian didapatkan hasil tangkapan total terbanyak dengan umpan udang yaitu 1.684 ekor (38,85%) dengan berat 153.381 g (38,83%). Berikutnya adalah umpan ikan 1.384 ekor (31,43%) dengan berat 120.074 g (20,40%) dan terakhir cumi-cumi 1.335 ekor (30,32%) dengan berat 121.567 g (30,77%). Hasil tangkapan kembung perempuan berjumlah 1.054 ekor atau 23% dengan berat 90.580 g atau 22% dari total hasil tangkapan. Prosentase hasil tangkapan kembung perempuan tertinggi diperoleh pancing ulur dengan umpan udang sebanyak 452 ekor (42,88%) dengan berat 37.383 g (41,27%), kedua umpan cumi-cumi 334 ekor (31,69%) dengan berat 29.320 g (32,57%) dan terakhir umpan ikan berjumlah 268 ekor (25,43%) dengan berat 23.877 g (26,56%). Hasil uji ANOVA terhadap jumlah dan berat kembung perempuan pada taraf kepercayaan 95% memberikan hasil yang berbeda nyata. Nilai Fhit jumlah hasil tangkapan sebesar 7,95 dan beratnya 5,56 atau lebih besar dari nilai (3,74). Ini berarti ada pengaruh nyata pada penggunaan salahsatu jenis umpan terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan kembung perempuan. Hasil tangkapan lainnya dengan alat tangkap pancing ulur lebih banyak dibandingkan dengan hasil tangkapan utama. Jumlah hasil tangkapan lainnya adalah 3.347 ekor (77%) dengan berat 315.442 g (78%). Hasil tangkapan lainnya tertinggi diperoleh dengan umpan udang sebesar 36,79%, selanjutnya diikuti umpan ikan (33,32%) dan cumi-cumi (29,89%). Uji ANOVA terhadap data hasil tangkapan lainnya dengan ketiga jenis umpan tersebut, baik dalam jumlah (ekor) maupun berat (g), menunjukkan hasil tidak berbeda nyata. Adapun hasil uji nonparametrik (Kruskal Wallis) pada taraf kepercayaan 95% memberikan hasil yang juga tidak berbeda nyata. | id |