Show simple item record

dc.contributor.authorSiregar, Eva Bonny Ernesty Memry
dc.date.accessioned2010-05-14T10:16:46Z
dc.date.available2010-05-14T10:16:46Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/21748
dc.description.abstractPT Texmaco Jaya merupakan salah satu perusahaan tekstil yang sudah memasuki pasar intemasional dan telah mengekspor 90% produknya. Perusahaan dalam usaha mempertahankan pasar dan agar terus dapat bersaing haruslah memiliki sumberdaya manusia yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Dengan demikian perusahaan haruslah selalu memperhatikan pengembangan para karyawannya. Pengembangan karyawan dapat dilakukan melalui pelatihan. Perusahaan Texmaco Group telah memiliki divisi khusus dalam perusahaan untuk mendidik dan melatih para karyawan secara intensif, yaitu unit PPSDM (Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia). Unit tersebut menyediakan pelatihan-pelatihan bagi karyawan agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai. Sebelum pelatihan dilaksanakan terlebih dahulu harus diketahui kondisi sumberdaya manusia perusahaan. Pelatihan akan dilaksanakan apabila kinerja sumberdaya manusia perusahaan tidak memenuhi kualifikasi yang diinginkan perusahaan. Setelah ditetapkan bahwa karyawan membutuhkan pelatihan, maka langkah selanjutnya adalah menentukan pelatihan apa yang dibutuhkan karyawan. Hal ini dimaksudkan agar pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan yang benarbenar dibutuhkan oleh karyawan. Penyelia atau supervisor adalah suatu jabatan yang sangat strategis. Dalam suatu organisasi manajemen penyelia termasuk dalam golongan manajemen tapi pada tingkat paling bawah. Seorang penyelia mempunyai peran ganda yang harus dimainkan dalam organisasi. Disatu sisi dia adalah pemimpin yang harus membimbing memotivasi dan mengendalikan para karyawan dan disisi lain dia adalah wakil dari manajemen yang harus mempertanggungjawabkan semua tugas yang diberikan pada bagiannya dari manajemen diatasnya. Para penyelia adalah pemegang kunci hubungan antara jenjang manajemen yang lebih tinggi dengan kelompok besar karyawan yang mencurahkan tenaga ataupun pikirannya untuk melakukan pekerjaan perusahaan yang sesungguhnya. Pada posisi ini seorang penyelia diharuskan bukan hanya menguasai keterampilan teknis tapi juga keterampilan manajerial. Agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik seorang penyelia membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilannya, keberhasilan penyelia adalah merupakan keberhasilan perusahaan. Untuk penilaian program pelatihan dan penentuan nilai kemampuan kerja jabatan (KKJ) dan kemampuan kerja pribadi (KKP) para karyawan, disebar kuestioner kepada 32 orang responden yang terdiri dari 30 orang supervisor dan 2 manejer. Berdasarkan nilai KKJ dan KKP penyelia dapat disimpulkan bahwa para penyelia PT Texmaco Jaya masih membutuhkan pelatihan karena dari jenis kemampuan yang harus dimiliki para penyelialsupervisor terlihat adanya kesenjangan antara KKJ dan KKP para karyawan yang lebih besar daripada satu, dari semua jenis kemampuan hanya kemampuan rapat saja yang tidak membutuhkan pelatihan karena nilai kesenjangan antara KKJ dan KKP sama dengan satu. Berdasarkan analisis kesenjangan antara KKJ dan KKP penyelia dapat dibuat peringkat kebutuhan pelatihan. Prioritas pertama yaitu pelatihan kepemimpinan dan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan sedangkan prioritas terakhir adalah pelatihan manajemen waktu, komunikasi dan dokumentasi tertulis. Keikutsertaan karyawan dalam pelatihan kebanyakan sudah lebih dari tiga kali, lebih sering mendapatkan pelatihan akan lebih baik. Diharapkan dapat meningkatkan prestasi para karyawan karena untuk meningkatkan keterampilan para karyawan tidak mungkin dengan hanya satu kali pelatihan saja. Agar pelatihan yang diadakan tidak sia-sia maka pelatihan harus sesuai dengan jenis kebutuhan para karyawan. Pengajar/pelatih haruslah orang yang berkompeten dibidangnya agar hasil pelatihan sesuai dengan yang diharapkan. Sebelum pelatihan dilaksanakan perusahaan terlebih dahulu membuat program pelatihan hal ini dimaksudkan agar pelatihan yang akan dilaksanakan benar-benar sudah terprogram sehingga hasilnya lebih memuaskan. Kelengkapan fasilitas sangat menunjang berhasil tidaknya suatu pelatihan karena dengan tercukupinya fasilitas akan dapat meningkatkan motivasi para peserta, fasilitas yang dirasa perlu untuk ditambahkan adalah transfortasi. Selama pelatihan berlangsung seorang pengajar/pelatih sebaiknya menggunakan metoda pelatihan yang berbedabeda sesuai dengan jenis pelatihannya dan sering digunakan kombinasi beberapa metoda pelatihan. PPSDM sebagai unit pengelola pengembangan sumberdaya manusia perusahaan masih harus bekerja keras untuk dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Agar dapat menghasilkan SDM yang berkualitas para pengajar pelatih haruslah orang yang berkompeten dibidangnya sehingga mereka perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk itu disarankan agar para pengajar diberikan pelatihan dan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mereka. Agar pelatihan dapat berjalan lancar haruslah didukung oleh fasilitas yang lengkap para peserta pelatihan merasakan adanya kekurangan dalam penyediaan fasilitas yaitu fasilitas trasportasi.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis kebutuhan pelatihan manajemen karyawan tingkat penyelia PT Texmaco Jaya, Karawang, Jawa Baratid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record