Keragaman Taraf Perkembangan Perguruan Tinggi dan Penggolongan Fakultas di Seluruh Perguruan Tinggi Negeri
Date
1982Author
Notodiputro, Khairil Anwar
Nasoetion, Andi Hakim
Barizi
Gani, Darwis S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Jumlah dan kualitas tenaga akademik ditinjau dari sudut bidang ilmu dan perguruan tinggi tempat bertugas masih belum memadai. Untuk mengatasi hal ini pemerintah telah menyelenggarakan beberapa program, diantaranya adalah pengangkatan tenaga akademik baru, penataran, pendidikan pasca sarjana dan doktor, pencangkokan, dan penugasan tenaga akademik senior ke berbagai perguruan tinggi. Agar program ini berjalan lancar, pemerintah harus mempunyai gambaran yang jelas mengenai keadaan tenaga akademik di setiap perguruan tinggi dan fakultas sehingga kualitas dan kuantitasnya dapat diketahui.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang terperinci tentang keadaan tenaga akademik fakultas di setiap perguruan tinggi negeri. Disamping itu peneli-tian ini pun bertujuan untuk membuat penggolongan fakultas dari seluruh perguruan tinggi negeri atas dasar keadaan tenaga akademiknya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga akademik kita sudah senior. Namun kesenioran itu hanya dari segi umur saja. Dari segi pendidikan dan golongan pangkat sebagian besar dari mereka belum senior.
Banyaknya seluruh tenaga akademik perguruan tinggi dibandingkan dengan banyaknya mahasiswa masih belum memadai. Apalagi kalau diingat bahwa yang berhak mengajar secara mandiri adalah golongan IVa ke atas, maka perbandingan itu menjadi semakin memburuk.
Di sisi lain penyebaran tenaga akademik tidak berimbang di antara perguruan tinggi maupun kelompok bidang ilmu. Sehingga strategi untuk mengembangkan perguruan tinggi haruslah senantiasa memperhatikan kenyataan ini.
Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa untuk ketujuh bidang ilmu yang ditelaah terdapat tiga pola dari ciri yang muncul pada setiap faktor, Pertama, kelompok bidang ilmu kesehatan dan pertanian yang menampilkan ciri kesenioran pada faktor 1 dan ciri keyunioran pada faktor 2. Kedua, kelompok bidang keteknikan dan seni budaya yang menampilkan ciri keyunioran pada faktor 1 sedangkan faktor 2 menampilkan ciri kesenioran. Ketiga, kelompok bidang sains dan matematika, sains sosial ekonomi, dan kependidikan yang menampilkan ciri kesenioran pada faktor 1, sedangkan faktor 2 menun-jukkan ciri selain kesenioran dan keyunioran.
Atas dasar faktor yang diperoleh itu dan dengan menghitung skor faktornya dapatlah dibuat penggolongan fakultas dalam setiap kelompok bidang ilmu. Untuk bidang sains dan matematika diperoleh 3 golongan fakul-tas, bidang keteknikan diperoleh 6 golongan, bidang kesehatan diperoleh 5 golongan, bidang pertanian 7 golongan, bidang sains sosial ekonomi 7 golongan, bidang seni sastra dan filsafat 5 golongan, dan untuk bidang kependidikan diperoleh 7 golongan fakultas. Dari hasil penggolongan itu dapatlah diperoleh petunjuk tentang keragaman taraf perkembangan setiap fakultas dipandang dari segi tenaga akademiknya.


