Show simple item record

dc.contributor.authorNovita, Titin
dc.date.accessioned2010-05-11T08:25:44Z
dc.date.available2010-05-11T08:25:44Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/19333
dc.description.abstractIndonesia merupakan negara kepulauan (Archipelagic) terbesar di dunia terdiri dari 17.508 pulau dan memiliki garis pantai sepanjang 81.000 km, l11erupakan garis pantai tCIl"mjang kedua di dunia setelah garis pantai yang dimiliki Kanada. Dewasa ini sebagian garis pantai di Indonesia mengalal11i kemunduran karena abrasi dan erosi pantai, sebalilmya pantai yang mengalal11i penambahan (akresi) sangat sedikit (Dahuri, 1996). Wilayah Cilal11aya merupakan salah satu daerah pesisir yang l11engalami perubahan garis pantai. Mahladi (1995) menjelaskankan bahwa wilayah Cilal11aya mengalami perubahan bentuk fisik yang teljadi akibat adanya pengikisan air laut di pantai sebelah barat, dan pendangkalan di pantai sebelah timur. Proses abrasi tersebut diperkirakan mempunyai keeepatan m1tam 6 sampai 10 meter pertahun. Keadaan abrasi yang tidak terkontrol dapat mempereepat kerusakan lingkungan seperti tambak, sawah dan pemukiman penduduk. Dengan kenyataan tersebut, maka abrasi pantai perlu mendapat perhatian yang serius karena menyangkut masyarakat dan pembangunan.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAplikasi Citra Radar Ers-1 Untuk Mendeteksi Perubahan Garis Pantai di Daerah Pesisir Cilamaya Kabupaten Karawang Jawa Baratid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record