| dc.description.abstract | Perbanyakan pada nenas umumnya melalui tiga materi utama perbanyakan, yaitu tunas ketiak daun (suckers), tunas batang (slips) yang tumbuh di bawah buah, dan mahkota (crowns), (Hartmann &Kester, I~59). Metode perbanyakan ini memiliki keterbatasan dalam jumlah dan keseragaman ukuran materi tanam yang dihasilkan, terutama pada crowns, jarang digunakan untuk penanaman secara-besar -besaran di perkebunan besar dikarenakan ukurannya tidak seragam (Wee &Thongtham, 1997). . Penelitian ini mencoba menginduksi tunas donnan dengan perlakuan pembelahan dan pemberian zat pengatur tumbuh (BAP) dalam kondisi rumah kaca. Kendati diperbanyak dari organ vegetatif, tidak menutup kemungkinan terjadinya perbedaan keragaan pada tanaman yang berasal dari satu klon tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelahan batang dan perendaman batang dengan zat pengatur tumbuh (BAP) terhadap keberhasilan perbanyakan stek pada nenas dan terhadap keragaman fenotipik pada populasi hasil perbanyakan, serta pengaruh interaksi antara perlakuan pembelahan batang dan perendaman batang dengan zat pengatur tumbuh (BAP) terhadap keberhasilan perbanyakan stek dan keragaman fenotipik pada populasi hasil perbanyakan. | id |