Show simple item record

dc.contributor.authorSaparini, Gema
dc.date.accessioned2010-05-11T04:15:01Z
dc.date.available2010-05-11T04:15:01Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/18746
dc.description.abstractMetode yang komprehensif diperlukan untuk mendeteksi dan memonitor efek polutan terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini dikaji penggunaan metode uji lengos dua jenis cacing tanah (Eisenia foetida dan Lumbricus rubellus) terhadap deltametrin. Pengamatan dilakukan setelah 24, 48, dan 72 jam pada konsentrasi 0, 1.3, 2.6, 3.9, dan 5.2 ppm. E. foetida dapat merespon kehadiran deltametrin dalam waktu 72 jam pada konsentrasi 1.3 ppm, 66 % cacing ditemukan berada di media tanpa deltametrin. L. rubellus dapat merespon kehadiran deltamerin dalam waktu 24 jam pada konsentrasi 2.6 ppm, 64 % cacing ditemukan berada di media tanpa deltametrin. Semakin tinggi dan semakin lama paparan konsentrasi deltametrin semakin tinggi rata-rata jumlah kematian cacing. Konsentrasi dan lama pemaparan berpengaruh terhadap respon menghindar cacing. Lebih banyak cacing yang berpindah ke media tanpa deltametrin. Kedua cacing mempunyai sensitifitas yang relatif sama sehingga dapat dijadikan hewan uji pada uji lengos terhadap polutan di ekosistem terestrial.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleUji Lengos Cacing Tanah untuk Memonitor Efek Deltametrin pada Ekosistem Terestrialid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record