Potensi Phytomining Emas Marigold (Tagetes erecta L.) dengan Pendekatan Morfoanatomi
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
NURTRIAS, ARDIAN JULIO
Hamim
Djuita, Nina Ratna
Metadata
Show full item recordAbstract
Tailing pertambangan emas mengandung logam emas (Au) dalam konsentrasi yang sangat rendah yang berpotensi dipulihkan melalui proses phytomining. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons pertumbuhan, morfologi, anatomi akar, status air jaringan, dan akumulasi Au pada marigold (Tagetes erecta L.) dalam media tailing. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu media tanam, dengan perlakuan T0 (100% media dasar) dan T1 (50% media dasar dan 50% tailing). Tanaman dipelihara selama 60 hari, kemudian diberi amonium tiosulfat sebagai agens pelindi dengan dosis 2,5 g/kg media dan dipanen satu minggu setelah aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T1 menurunkan bobot kering tajuk, bobot kering akar, dan kadar air relatif daun dibandingkan dengan kontrol. Perubahan anatomi akar meliputi penebalan sel korteks sebesar 36,62% dan peningkatan diameter pembuluh xilem sebesar 21,53%. Akumulasi Au pada perlakuan T1 mencapai 5.673 µg/g pada akar dan 1.339 µg/g pada tajuk, dengan faktor biokonsentrasi (BCF) sebesar 27,678, faktor translokasi (TF) sebesar 0,322, serta potensi phytomining (PP) sebesar 7,012 mg/kg. Nilai BCF di atas satu dan TF di bawah satu menunjukkan kemampuan akumulasi Au dengan translokasi terbatas menuju tajuk. Berdasarkan hasil tersebut, T. erecta menunjukkan potensi sebagai tergolong fitoakumulator kuat emas (Au) yang cenderung berperilaku sebagai fitostabilisator. Gold mine tailings contain potentially polluting heavy metals but retain trace amounts of gold (Au) that may be recovered through phytomining. This study examined growth, morphology, root anatomy, tissue water status, and Au accumulation in marigold (Tagetes erecta L.) grown in tailings media. A completely randomized design with one factor, growing medium, compared T0 (100% basal medium) and T1 (50% basal medium and 50% tailings). Plants were grown for 60 days, treated with ammonium thiosulfate as a lixiviant at 2,5 g/kg of medium by drenching, and harvested one week later. T1 reduced shoot dry weight, root dry weight, and leaf relative water content compared with the control. Root anatomical changes included increases of 36.62% in cortical thickness and 21.53% in xylem vessel diameter. Au concentrations under T1 reached 5.673 µg/g in roots and 1.339 µg/g in shoots, with a bioconcentration factor (BCF) of 27.678, a translocation factor (TF) of 0.322, and phytomining potential (PP) of 7.012 mg/kg. A BCF above one and TF below one indicate Au accumulation with limited translocation to shoots. These findings suggest that T. erecta has potential as a strong phytoaccumulator that acts as a phytostabilizer by retaining Au in root tissues.
Collections
- UF - Biology [2471]

