| dc.description.abstract | AGUNG DARMAWAN. Potensi Risiko Operasional Tangkahan terhadap Fungsi Kepelabuhanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Dibimbing oleh DARMAWAN DAN MUHAMMAD FEDI ALFIADI SONDITA.
Penelitian ini mengkaji status dan pengelolaan faktual Dermaga Lomanis, Batere, dan Sleko, serta risiko administrasi pembongkaran ikan di luar wilayah kerja Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumen yang tersedia; analisis menggunakan process tracing, legal mapping, pemetaan aktor, serta skenario risiko kualitatif. Dermaga Lomanis diidentifikasi sebagai fasilitas PSDKP Cilacap, sedangkan hak atas lahan dan dasar pengelolaan formal Batere–Sleko belum dapat dipastikan karena dokumen primer tidak diperoleh dan keterangan informan berbeda. Dalam kasus yang ditelusuri, surat olah gerak mencantumkan Lomanis, tetapi lokasi pembongkaran aktual dilaporkan berada di Batere atau Sleko. Data tangkapan tetap dilaporkan masuk ke sistem PPS Cilacap, namun formulir enumerasi contoh tidak mencantumkan lokasi bongkar aktual. Bukti belum memadai untuk menetapkan pemenuhan alasan keadaan darurat per kasus, pelimpahan kewenangan pemeriksaan, atau dampak fiskal praktik tersebut. Penelitian tidak menyimpulkan adanya kehilangan data atau kebocoran PNBP yang telah terbukti. Lima alternatif penataan dibandingkan menurut prasyarat hukum, kelembagaan, dan konsekuensi potensial; perbaikan ketertelusuran lokasi dapat dipertimbangkan lebih dahulu, sedangkan penataan aset dan integrasi administratif memerlukan verifikasi tambahan.
Kata Kunci: tangkahan, pelabuhan perikanan, PPS Cilacap, pola operasional, tata kelola perikanan | |