Hubungan Plate Waste dengan Kontribusi Energi dan Zat Gizi Program Makan Bergizi Gratis pada Remaja Sekolah Perkotaan dan Perdesaan
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Falindri, Jumania
Tanziha, Ikeu
Kustiyah, Lilik
Metadata
Show full item recordAbstract
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi remaja melalui penyediaan makanan bergizi di sekolah. Namun, tingginya plate waste berpotensi mengurangi kontribusi makanan yang disediakan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi siswa karena sebagian zat gizi tidak dikonsumsi. Selain menimbulkan pemborosan pangan, plate waste juga dapat mengurangi pemanfaatan makanan yang telah disediakan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi siswa. Perbedaan karakteristik wilayah perkotaan dan pedesaan diduga berkaitan dengan perilaku konsumsi, preferensi makan, dan besarnya plate waste. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan plate waste dengan kontribusi energi dan zat gizi Program Makan Bergizi Gratis pada remaja sekolah perkotaan dan perdesaan. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan comparative cross sectional study pada 183 siswa usia 16–18 tahun yang berasal dari sekolah penerima Program MBG di Kota Semarang dan Kabupaten Tegal. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner karakteristik dan preferensi makan, pengukuran antropometri, serta penimbangan sisa makanan selama satu siklus menu (10 hari) menggunakan metode food weighing. Analisis data meliputi uji perbedaan antar wilayah, uji hubungan, dan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan plate waste. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan karakteristik siswa dan keluarga antara wilayah perkotaan dan perdesaan, namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata plate waste. Plate waste tertinggi di wilayah perkotaan berasal dari kelompok sayuran, sedangkan di wilayah perdesaan berasal dari makanan pokok. Siswa pada kedua wilayah menunjukan tingkat penerimaan yang baik terhadap makanan yang disajikan Program MBG. Selain itu, plate waste memiliki hubungan dengan pemenuhan energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, zat besi, vitamin A, vitamin C, dan kalsium. Hal ini menunjukan bahwa semakin besar plate waste, semakin rendah pemenuhan kebutuhan gizi siswa dari makanan yang disediakan. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan plate waste di perkotaan adalah preferensi makan, sedangkan di wilayah perdesaan faktor yang berhubungan yakni preferensi makan, jenis kelamin, dan pendidikan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengurangan plate waste perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah, antara lain melalui peningkatan kualitas dan penerimaan menu di wilayah perkotaan serta pelibatan keluarga dalam edukasi konsumsi pangan di wilayah perbedaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi aktual siswa dan mengoptimalkan pemenuhan gizi dari makanan yang disediakan melalui Program MBG.

