PENDIRIAN UNIT BISNIS OLAHAN TEPUNG UBI JALAR ORGANIK DI YAYASAN BINA SARANA BAKTI
Abstract
SINTA LATIFAH MAWARDI. Pendirian Unit Bisnis Olahan Tepung Ubi Jalar
Organik di Yayasan Bina Sarana Bakti. Dibimbing oleh HERMAWAN WANA.
Pendirian unit bisnis olahan tepung ubi jalar organik menjadi salah satu
alternatif untuk meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan produk reject.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan pendirian unit bisnis
olahan tepung ubi jalar organik di Yayasan Bina Sarana Bakti ditinjau dari aspek
keuangan serta menganalisis tingkat kelayakan investasinya. Penelitian
menggunakan metode kuantitatif dengan analisis kelayakan bisnis aspek keuangan,
analisis kelayakan investasi yang meliputi NPV, IRR, B/C ratio, dan PP, serta
analisis switching value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan investasi
awal sebesar Rp84.000.000 dengan penerimaan usaha diproyeksikan terus
meningkat. Analisis kelayakan investasi menghasilkan nilai NPV sebesar
Rp70.037.101, IRR sebesar 14%, B/C Ratio sebesar 1,16, dan PP selama 10 tahun.
Hasil analisis switching value menunjukkan bahwa usaha memiliki batas perubahan
sebesar 13,90% pada penurunan penjualan, 83,38% pada kenaikan biaya investasi
dan 99,54% pada perubahan biaya operasional. Hasil tersebut menunjukkan bahwa
pendirian unit bisnis olahan tepung ubi jalar organik layak untuk direalisasikan.
Kata kunci: analisis kelayakan bisnis, food loss, tepung ubi, unit bisnis SINTA LATIFAH MAWARDI. Establishment of Organic Sweet Potato Flour
Business Unit at Yayasan Bina Sarana Bakti. Supervised by HERMAWAN
WANA.
Establishing a business unit for processing organic sweet potato flour is one
alternative for increasing added value through the utilization of rejected products.
This study aims to analyze the planning for the establishment of a business unit for
processing organic sweet potato flour at the Bina Sarana Bakti Foundation from a
financial perspective and to assess the feasibility of the investment. The study
employed a quantitative method, including a financial feasibility analysis, an
investment feasibility analysis covering Net Present Value (NPV), Internal Rate of
Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio), and Payback Period (PP), as well as
a switching value analysis. The results of the study indicate that the initial
investment requirement is Rp84.000.000, with business revenue projected to
continue increasing. The investment feasibility analysis yielded an NPV of
Rp70.037.101, an IRR of 14%, a BCR of 1,16, and a PP of 10 years. The switching
value analysis results indicate that the business has a switching threshold of 13,90%
for a decrease in sales, 83,38% for an increase in investment costs, and 99,54% for
a change in operating costs. These results indicate that establishing a business unit
for organic sweet potato flour processing is feasible.
Keywords: business feasibility analysis, food loss, sweet potato flour, business
unit

