Uji Coba Krendet Bertingkat Tiga Pintu dan Krendet Tradisional untuk Pemanfaatan Krustasea di Teluk Palabuhanratu
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Sahroni, Dzaky Leroy
Zulkarnain
Purbayanto, Ari
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di Teluk Palabuhanratu yang memiliki potensi
sumber daya krustasea tinggi, khususnya rajungan dan lobster. Tujuan penelitian
membandingkan efektivitas krendet bertingkat tiga pintu dan krendet tradisional
dalam meningkatkan hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah
experimental fishing sebanyak 25 trip. Pengoperasian bubu dilakukan dengan
sistem rawai, masing-masing menggunakan 3 unit krendet tradisional berdiameter
80 cm dan 3 unit krendet bertingkat tiga pintu dengan diameter perangkap bawah
80 cm dan atas 60 cm. Seluruh krendet dilengkapi booster umpan campuran ikan
tembang, cumi-cumi, cacing tanah, dan telur ayam yang dibekukan. Data yang
dikumpulkan meliputi jumlah, berat, dan panjang karapas krustasea hasil
tangkapan. Analisis dilakukan secara deskriptif kemudian diuji menggunakan uji
normalitas dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krendet
bertingkat tiga pintu menghasilkan jumlah dan berat tangkapan krustasea lebih
tinggi dibandingkan krendet tradisional. Produktivitasnya lebih besar, yaitu 2.28 ±
0,27 ekor/trip. 0.094 ± 0,014kg/trip, maupun. 0.031 ± 0,014 kg/unit, 0.66 ± 0,09
ekor/unit. Serta margin produksi yang meningkat signifikan sebesar 200 % dalam
ekor dan 273,4 % dalam kg. Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh perluasan
ruang tangkapan bubu dengan desain tiga pintu yang menambah peluang
masuknya target tangkapan. Dengan demikian krendet bertingkat tiga pintu
berpotensi menjadi alternatif teknologi penangkapan yang lebih efektif dan
mendukung pemanfaatan sumber daya krustasea. This study was conducted in Palabuhanratu Bay, which has a high potential
for crustacean resources, particularly blood-spotted swimming crabs (Portunus
sanguinolentus) and scalloped spiny lobster (Panulirus homarus). This study aims
to compare the effectiveness of the storeyed krendet trap with three-door and the
traditional one to catch crustacean. An experimental fishing method was
employed over 25 fishing trips using a longline system. Each fishing trip deployed
three traditional krendet traps with a diameter of 80 cm and three storeyed krendet
traps with three-door with a lower trap diameter of 80 cm and an upper trap
diameter of 60 cm. All traps were equipped with frozen bait boosters made from
Indian mackerel (Rastrelliger kanagurta), squid, earthworms, and chicken eggs.
The data of number of individuals, total catch weight, and carapace length of the
captured crustaceans were collected. The data were then analyzed descriptively,
followed by a normality test and the Mann–Whitney test. The results showed that
the storeyed krendet traps with three-door harvested higher numbers and weights
of crustacean catches than the traditional one. Compared with the traditional
krendet trap, the production margin increased by 200% based on the number of
individuals and by 273.4% based on catch weight. The improved fishing
performance is likely attributable to the larger traping room and the additional trap
entrances, which increased the probability of crustaceans entering the trap.
Therefore, the storeyed krendet trap with three-door has the potential to serve as a
more effective fishing technology for utilization of crustacean resources.

