Kajian Regulasi dan Preferensi Nelayan Sebagai Dasar Pengembangan Sinergi Tangkahan dan Pelabuhan Perikanan di Kota Serang
Abstract
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu merupakan salah satu
pelabuhan perikanan yang memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas
perikanan tangkap di Provinsi Banten. Namun terdapat banyak tangkahan (tempat
pendaratan milik swasta) di sekitar PPN Karangantu yang menyebabkan
pencatatan hasil tangkapan belum optimal dan berdampak pada akurasi data
produksi perikanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi posisi dan fungsi
tangkahan dari aspek regulasi, mengukur preferensi nelayan dalam memilih
tangkahan sebagai lokasi pendaratan ikan, serta menyusun rekomendasi strategi
sinergi antara PPN Karangantu dan tangkahan. Penelitian dilaksanakan pada Mei
Juni 2026 di PPN Karangantu dan empat tangkahan menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, kuesioner,
analisis regulasi, skala Likert, analisis gap, dan analisis finansial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tangkahan di sekitar PPN Karangantu tidak termasuk
kategori pelabuhan perikanan pemerintah maupun nonpemerintah. Nilai fungsi
pemerintahan PPN Karangantu sebesar 2,88 dengan gap -0,12, sedangkan
tangkahan sebesar 1,50 dengan gap -1,50. Nilai fungsi pengusahaan masing
masing sebesar 2,29 dengan gap -0,71 dan 2,00 dengan gap -1,00. Preferensi
nelayan berada pada kategori setuju dengan nilai 2,75–3,00. Usaha nelayan layak
dengan R/C Ratio 2,96. Strategi sinergi diarahkan pada pengembangan tangkahan
sebagai supporting system PPN Karangantu melalui koordinasi, pembagian peran,
integrasi data, pembinaan, dan penguatan fasilitas dasar.

