Show simple item record

dc.contributor.advisorRachmina, Dwi
dc.contributor.advisorTinaprilla, Netti
dc.contributor.authorKhairisa, Mutiara Amalina
dc.date.accessioned2026-10-21T01:04:04Z
dc.date.available2026-10-21T01:04:04Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180143
dc.description.abstractTelur ayam sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, karena harganya terjangkau dan mudah didapatkan oleh keluarga berpenghasilan rendah. Stabilitas produksi telur sangat penting bagi ketahanan pangan nasional. Akses kredit penting untuk mempertahankan keberlangsungan usahatani unggas, meningkatkan efisiensi, mengadopsi teknologi, serta meningkatkan manajemen. Studi ini menggunakan data sekunder dari Sensus Pertanian 2013 (Survei Rumah Tangga Peternakan/RTUP 2014) yang memberikan informasi tentang pemanfaatan sumber daya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metodologi Stochastic Frontier Analysis (SFA) merepresentasikan fungsi produksi Cobb-Douglas secara log-linear untuk mengestimasi fungsi produksi, serta menggunakan metode logit dan propensity score matching (PSM) untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan peternak untuk mengambil kredit dan menganalisis dampak kredit terhadap efisiensi teknis setelah mengontrol beberapa karakteristik peternak yang teramati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredit secara positif meningkatkan efisiensi teknis usahatani ayam ras petelur. Seluruh faktor produksi menunjukkan hasil yang signifikan dan menunjukkan increasing returns to scale, terutama pada input tenaga kerja. Efisiensi teknis rata-rata adalah 51,1%, menyisakan ruang 48,9% untuk peningkatan manajerial. Nilai gamma sebesar 68,4% berarti bahwa variasi total error didominasi oleh inefisiensi sebesar 68,4% dan 31,6% sisanya disebabkan oleh noise. Akses terhadap kredit dan pengalaman usaha berperan penting dalam mendorong efisiensi teknis. Kredit secara signifikan berdampak positif terhadap efisiensi teknis, sementara status kepemilikan lahan merupakan faktor penentu utama penggunaan kredit. Upaya kebijakan dapat berupa perluasan inklusi keuangan dengan meringankan persyaratan agunan dan pemberian insentif bagi peternak yang efisien guna mendorong kinerja usahatani ayam ras petelur, sebagai upaya dalam mewujudkan peningkatan pasokan protein hewani dan ketahanan pangan di Indonesia. Selain itu, intervensi kebijakan perlu lebih difokuskan pada peternak skala kecil yang secara historis belum memiliki akses terhadap kredit. Intervensi ini juga harus menawarkan insentif untuk meningkatkan efisiensi teknis dan produktivitas usahatani ayam ras petelur.
dc.description.sponsorshipLPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Kementerian Keuangan Republik Indonesia
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDAMPAK KREDIT TERHADAP EFISIENSI TEKNIS USAHATANI AYAM RAS PETELUR DI INDONESIAid
dc.title.alternativeThe Impact of Credit Access on Technical Efficiency Among Laying Hen Farmers in Indonesia
dc.typeTesis
dc.subject.keywordanalisis stokastik frontierid
dc.subject.keywordDampakid
dc.subject.keywordefisiensi teknisid
dc.subject.keywordkreditid
dc.subject.keywordpropensity score matchingid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record