Analisis Tingkat Pengetahuan Petani terhadap Hama Tanaman Kopi di Lahan Agroforestri
Date
2026Author
Pratama, Muhamad Rizki Hadi
Haneda, Noor Farikhah
Purwawangsa, Handian
Metadata
Show full item recordAbstract
Sistem agroforestri kopi di Indonesia menghadapi tantangan serangan hama yang
efektivitas pengendaliannya bergantung pada tingkat pengetahuan petani, namun pola
hubungan tersebut dapat berbeda antarwilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis
perbedaan tingkat pengetahuan petani, membandingkan persentase dan intensitas serangan
hama, serta menganalisis hubungan keduanya pada lahan agroforestri kopi di Kabupaten
Garut dan Kabupaten Bandung Barat. Sebanyak 60 petani (30 orang per lokasi) dipilih
secara purposive sampling dan diwawancarai menggunakan kuesioner terstruktur; data
dianalisis secara deskriptif dan diuji dengan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian
menunjukkan tingkat pengetahuan petani di Kabupaten Garut didominasi kategori sedang
(50%), sedangkan di Kabupaten Bandung Barat didominasi kategori rendah (67%). Ratarata
intensitas serangan hama di Bandung Barat (2,98%) lebih tinggi dibandingkan Garut
(2,52%). Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan persentase maupun intensitas
serangan hama tergolong lemah dan tidak signifikan (p>0,05), bahkan arah korelasinya
berlawanan antarlokasi, yaitu positif di Bandung Barat dan negatif di Garut. Temuan ini
mengindikasikan bahwa tingkat serangan hama lebih ditentukan oleh kondisi
agroekosistem dan praktik pengelolaan lahan dibandingkan pengetahuan petani semata,
sehingga penyuluhan perlu diiringi penguatan pengelolaan agroekosistem di tiap wilayah Coffee agroforestry systems in Indonesia face persistent pest pressure, whose
effective control depends partly on farmers knowledge, yet this relationship may vary
across regions. This study analyzed differences in farmers knowledge level, compared the
percentage and intensity of pest attacks, and examined the relationship between them on
coffee agroforestry land in Garut and West Bandung Regencies. A total of 60 farmers (30
per location) were selected through purposive sampling and interviewed using a structured
questionnaire; data were analyzed descriptively and tested using Spearman rank correlation.
Farmers knowledge in Garut was dominated by the moderate category (50%), while in
West Bandung it was dominated by the low category (67%). Average pest attack intensity
in West Bandung (2.98%) was higher than in Garut (2.52%). The relationship between
knowledge level and both the percentage and intensity of pest attacks was weak and not
significant (p>0.05), with the correlation direction even differing between locations,
positive in West Bandung and negative in Garut. These findings indicate that pest attack
levels are more strongly determined by agroecosystem conditions and land management
practices than by farmers knowledge alone, so extension programs should be paired with
stronger agroecosystem management in each region.
Collections
- UF - Silviculture [1540]

