| dc.contributor.advisor | Darusman, Huda Shalahudin | |
| dc.contributor.advisor | Dewi, Fitriya Nur Annisa | |
| dc.contributor.author | Priambada, Nur Purba | |
| dc.date.accessioned | 2026-10-16T01:30:51Z | |
| dc.date.available | 2026-10-16T01:30:51Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/180120 | |
| dc.description.abstract | Kukang (Nycticebus spp.) hasil sitaan sering kali tidak dapat dilepasliarkan kembali. Akibatnya, jumlah populasi kukang lansia (geriatri) dari spesies terancam punah ini terus bertambah di pusat rehabilitasi. Selain penurunan kondisi fisik, kukang yang menua juga memiliki kebutuhan biologis yang kompleks. Guna menjaga kesehatan mental yang positif, standar perawatan yang diberikan harus diselaraskan dengan Model Lima Domain. Penelitian ini menganalisis kondisi nutrisi, lingkungan, kesehatan, dan perilaku 20 ekor kukang geriatri di pusat rehabilitasi satwa untuk mengevaluasi keterkaitannya sebagai indikator status mental.
Analisis Domain Nutrisi dilakukan melalui penilaian Skor Kondisi Tubuh (SKT), analisis Domain Lingkungan dilakukan dengan adaptasi dan modifikasi penilaian berbasis sumber daya yang bersumber dari Generalised Macaque Welfare Assessment Protocol (GEN-MAC), analisis Domain Kesehatan dilakukan menggunakan hasil pemeriksaan kesehatan yang ditabulasi dan dikuantifikasi menggunakan sistem skor kualitas hidup (quality-of-life), dan analisis Domain Interaksi Perilaku diperoleh dengan melakukan observasi perilaku harian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% kukang yang dievaluasi memiliki SKT ideal sebesar 3/5, yang menandakan asupan nutrisi yang baik. Meski seluruh subjek memenuhi kriteria lingkungan yang normal (skor 0–5), ditemukan perbedaan yang signifikan antara jantan dan betina. Rata-rata skor total indikator kesehatan berada pada nilai 8 dari skala 0-21, yang mengindikasikan adanya gangguan kesehatan. Secara umum, pola perilaku kukang geriatri masih serupa dengan pola perilaku kukang liar di alam. Hanya saja, ditemukan perilaku menelisik diri yang tinggi serta perilaku stereotip yang tidak ada pada kukang liar. Hal tersebut kerap diasosiasikan dengan respons stres dan mengindikasikan gangguan pada Domain Interaksi Perilaku. Meskipun Domain Nutrisi dan Domain Lingkungan menunjukkan hasil yang baik, Domain Kesehatan dan Domain Interaksi Perilaku masih belum optimal, sehingga dapat disimpulkan bahwa kukang geriatri di PRS belum memenuhi status mental yang baik. Oleh karena itu, optimalisasi kesejahteraan kukang geriatri membutuhkan evaluasi holistik yang dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan adanya penanganan yang tepat waktu demi meningkatkan kualitas hidup secara langsung. | |
| dc.description.abstract | Confiscated slow lorises (Nycticebus spp.) are often unreleasable. As a result, the population of geriatric slow lorises, a critically endangered species, continues to grow in rehabilitation centers. In addition to declining physical condition, aging slow lorises also have complex biological needs. To support positive mental health, care standards must align with the Five Domain Model. This study analyzed the nutritional, environmental, health, and behavioral conditions of 20 geriatric slow lorises in a wildlife rehabilitation center to evaluate their associations with mental status.
The Nutrition Domain analysis was conducted using Body Condition Scores (BSCs), the Environmental Domain analysis was conducted using adaptations and modifications of resource-based assessments derived from the Generalized Macaque Welfare Assessment Protocol (GEN-MAC); the Health Domain analysis was conducted using tabulated health examination results and quantified using a quality-of-life scoring system, and the Behavioral Interaction Domain analysis was obtained through daily behavioral observations.
The results showed that 90% of the evaluated slow lorises had an ideal BCS of 3/5, indicating good nutritional intake. Although all subjects met the criteria for a normal environment (score 0–5), significant differences were found between males and females. The average total health indicator score was 8 on a scale of 0–21, indicating health problems. In general, the behavior patterns of geriatric slow lorises were similar to those of wild slow lorises in the wild. However, high levels of self-grooming behavior and stereotypical behaviors were found, which are not natural in wild slow lorises. This is often associated with stress responses and indicates disorders in the Behavioral Interaction Domain. Although the Nutrition and Environment Domains showed good results, the Health and Behavioral Interaction Domains were not optimal; thus, it can be concluded that the geriatric slow lorises at PRS do not yet meet good mental status. Therefore, optimizing the welfare of geriatric slow lorises requires periodic holistic evaluations. This is crucial to ensure timely treatment measures to directly improve quality of life. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Penilaian Kesejahteraan Kukang (Nycticebus spp.) Geriatri di Pusat Rehabilitasi melalui Model Lima Domain | id |
| dc.title.alternative | Geriatric slow loris (Nycticebus spp.) welfare assessment in the rehabilitation center through the Five Domains model | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | ex situ conservation | id |
| dc.subject.keyword | nocturnal primate | id |
| dc.subject.keyword | prosimian | id |
| dc.subject.keyword | quality of life | id |
| dc.subject.keyword | senescence | id |
| dc.subtype | Theses | |