Efek Imunomodulator Whey Susu Kambing terhadap Kadar Imunoglobulin dan Respon Ekspresi Gen Imun pada Mencit.
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Shodiq, Berliana Arifa Noer
Darusman, Huda Shalahudin
Taufik, Epi
Budiman, Cahyo
Metadata
Show full item recordAbstract
Whey susu kambing merupakan salah satu sumber protein yang mengandung berbagai komponen bioaktif dan berpotensi memberikan efek imunomodulator. Penelitian mengenai whey susu kambing sebelumnya lebih banyak berfokus pada efek terapeutik terhadap kondisi inflamasi dan alergi, sedangkan penelitian mengenai potensinya sebagai imunostimulan pada kondisi fisiologis normal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh suplementasi whey susu kambing terhadap respons imun mencit melalui kadar imunoglobulin G (IgG) dan imunoglobulin A (IgA), serta ekspresi gen yang berkaitan dengan respons imun, yaitu interleukin-2 (IL-2), Toll-like receptor 2 (TLR2), tumor necrosis factor-alpha (TNF-a), dan Fc gamma receptor (Fc?R).
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Sebanyak 20 ekor mencit BALB/c betina diberikan pakan basal dan suplementasi whey susu kambing dengan dosis 0 mL (W0), 0,05 mL (W1), 0,15 mL (W2), dan 0,30 mL/ekor/hari (W3) selama 21 hari setelah masa aklimatisasi selama 7 hari. Kadar IgG dan IgA serum dianalisis menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA), sedangkan ekspresi gen IL-2, TLR2, TNF-a, dan Fc?R dianalisis menggunakan reverse transcription quantitative polymerase chain reaction (RT-qPCR). Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi whey susu kambing tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar IgG dan IgA serum (p>0,05), tetapi terdapat kecenderungan peningkatan kadar IgG secara dosis-responsif. Kadar IgA juga menunjukkan peningkatan hingga dosis 0,15 mL, kemudian cenderung menurun pada dosis 0,30 mL. Ekspresi gen IL-2 dan TNF-a menunjukkan kecenderungan peningkatan pada beberapa kelompok perlakuan, tetapi tidak berbeda nyata secara statistik (p>0,05). Sebaliknya, ekspresi gen Fc?R meningkat secara signifikan pada kelompok yang diberikan whey susu kambing (p<0,05), sedangkan ekspresi gen TLR2 meningkat secara signifikan seiring peningkatan dosis suplementasi (p<0,01).
Berdasarkan hasil tersebut, suplementasi whey susu kambing berpotensi memodulasi respons imun melalui keterlibatan mekanisme imun bawaan dan adaptif. Peningkatan ekspresi TLR2 dan Fc?R menunjukkan adanya respons pada sistem imun bawaan, sedangkan kecenderungan peningkatan IgG dan IgA menunjukkan potensi penguatan respons imun humoral. Dengan demikian, whey susu kambing berpotensi dikembangkan sebagai imunonutrien dan agen imunomodulator alami untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.
Kata kunci: ekspresi gen, imunoglobulin, imunomodulator, whey susu kambing

