Pengaruh Pencahayaan Berbeda Terhadap Respons Fisiologis Jantung pada Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Stadia Elver
Date
2026Author
Natasya, Anindhita Azzahra
Riyanto, Mochammad
Mawardi, Wazir
Purbayanto, Ari
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan sidat (Anguilla bicolor) merupakan komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi yang memiliki sifat nokturnal. Masalah utama dalam pengelolaan sidat stadia elver adalah tingginya tingkat stres selama proses penangkapan, pemeliharaan, dan transportasi yang berdampak pada mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons fisiologis berupa pola detak jantung sidat elver terhadap paparan spektrum cahaya yang berbeda (biru, putih, dan merah) sebagai indikator
stres metabolik.
Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental laboratorium dengan alat perekam elektrokardiogram (EKG) untuk mengamati aktivitas kardiak secara real-time. Parameter kualitas air dijaga pada kondisi optimal dengan suhu berkisar antara 27–29°C dan pH pada angka 7–8 untuk memastikan stabilitas basal ikan. Pengujian dilakukan dengan membandingkan kondisi kontrol (tanpa cahaya) terhadap paparan lampu LED warna biru, putih, dan merah.
Hasil pengamatan menunjukkan variasi kardiak yang signifikan antar perlakuan spektrum warna. Paparan cahaya biru (CB) menghasilkan respons yang paling stabil dengan nilai median detak jantung sebesar 48 detak per menit (dpm) dan rentang interkuartil (IQR) 46–50,5 dpm. Nilai ini lebih rendah dan tenang dibandingkan kontrol 1 (50 dpm), mengindikasikan efek relaksasi fisiologis pada sidat. Sebaliknya, cahaya putih (CP) memicu peningkatan aktivitas jantung dengan median 69 dpm (IQR 66–70 dpm). Respons paling agresif ditemukan pada cahaya merah (CM) dengan lonjakan median tertinggi mencapai 77 dpm dan variabilitas data yang sangat lebar (IQR 72–82 dpm), mencerminkan tingkat stres metabolik yang ekstrem.
Temuan ini memberikan kontribusi praktis yang kuat bagi sektor perikanan. Dalam bidang budidaya, penggunaan spektrum biru atau kondisi gelap total sangat direkomendasikan dalam protokol transportasi benih guna menekan laju metabolisme dan emisi amonia, sehingga meningkatkan angka kelulushidupan (survival rate). Dalam bidang konservasi, data ini menjadi landasan ilmiah untuk manajemen pencahayaan yang tepat guna menjaga kebugaran fisik ikan selama proses adaptasi dan pelepasliaran (restocking). Simpulannya, optimasi spektrum cahaya berdasarkan kesejahteraan ikan (fish welfare) adalah kunci pengelolaan sumber daya sidat yang berkelanjutan.
Collections
- MF - Fisheries [3360]

