Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorMachfud
dc.contributor.advisorAnggraeni, Elisa
dc.contributor.advisorTaryono
dc.contributor.authorWibowo, Raden Bagus Tri Joko
dc.date.accessioned2026-08-28T06:21:02Z
dc.date.available2026-08-28T06:21:02Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179858
dc.description.abstractPT XYZ merupakan salah satu industri perikanan tuna skala menengah yang berlokasi di Bali. Nilai tambah yang dihasilkan dari proses penanganan tuna PT XYZ masih tergolong rendah karena proses utama penanganan tunanya adalah pembekuan. Pasar utama dari PT XYZ masih sangat terbatas karena PT XYZ berposisi sebagai pemasok bagi industri perikanan lain yang mengolah tuna dengan nilai tambah yang lebih tinggi. PT XYZ mendapatkan pasokan tuna dari hasil tangkapan kapal berjenis handline. Fasilitas penanganan tuna pada kapal jenis handline belum memadai untuk mempertahankan tuna pada kualitas yang terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa rantai pasok PT XYZ memiliki potensi perbaikan yang sangat banyak. Perbaikan rantai pasok PT XYZ perlu dilakukan agar kinerja rantai pasoknya meningkat dan mampu bersaing dengan industri perikanan lain yang lebih unggul di Bali. PT XYZ menghadapi permasalahan yang kompleks dan ambigu, namun juga memerlukan perbaikan yang terukur dan mudah dievaluasi. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan soft system dynamics methodology untuk mengkaji permasalahan dan potensi perbaikan dari rantai pasok PT XYZ. Aspek permasalahan utama yang dikaji adalah kinerja, susut, dan risiko rantai pasok. Penelitian studi kasus rantai pasok di PT XYZ ini menggunakan data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan sejak April 2024 hingga April 2026. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, kajian literatur, dan pendapat pakar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis situasional rantai pasok agroindustri tuna frozen, 2) mengevaluasi kinerja keberlanjutan sistem rantai pasok agroindustri tuna frozen dilihat pada aspek resilience, ekonomi, sosial, maupun lingkungan, 3) menganalisis susut dan faktor penyebab susut pada rantai nilai agroindustri tuna frozen, 4) menganalisis risiko rantai pasok agroindustri tuna frozen dan 5) merancang bangun model peningkatan kinerja rantai pasok yang berkelanjutan pada agroindustri tuna frozen PT XYZ. Tahapan penelitian meliputi: 1) menganalisis situasional rantai pasok dengan pendekatan Vorst, 2) melakukan pembobotan indikator kinerja rantai pasok menggunakan analytical hierarchy process (AHP), 3) mengukur kinerja rantai pasok menggunakan supply chain operation reference digital standard (SCOR DS) dan pemilihan strategi peningkatan kinerja dengan menggunakan fuzzy AHP, 4) menganalisis risiko dan sumber risiko dengan menggunakan house of risk, 5) menyusun causal loop diagram (CLD) dan stock flow diagram (SFD) yang menggambarkan dinamika variabel utama peningkatan kinerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Situasi industri tuna, khususnya di Bali, sangat memengaruhi pengelolaan rantai pasok tuna PT XYZ. Volume produksi PT XYZ sangat kecil dibandingkan dengan total volume tangkapan tuna di Pelabuhan Benoa. PT XYZ memiliki sumber daya aset pengolahan tuna yang cukup dan sistem manajemen yang lengkap, namun tidak beroperasi dengan baik. PT XYZ mengalami kendala di dua sisi, yaitu sisi pasokan dan sisi penjualan. PT XYZ kehilangan pembeli besar di sisi penjualan dan kehilangan pemasok besar di sisi pasokan. Hal tersebut menyebabkan PT XYZ tidak mampu bersaing dengan baik dengan industri perikanan di Bali; 2) kinerja keberlanjutan rantai pasok agroindustri tuna berada pada tingkat moderat. Rantai pasok agroindustri tuna yang dikaji memiliki 2 aktor utama, yaitu agroindustri tuna dan nelayan tuna. Tingkat kinerja keberlanjutan rantai pasok aktor agroindustri senilai 69,9%. Tingkat kinerja keberlanjutan rantai pasok aktor nelayan senilai 74%. Kedua nilai tingkat kinerja tersebut masuk ke dalam kategori moderat. Tingkat kinerja tersebut disebabkan oleh adanya banyak sumber risiko yang menghambat pencapaian kinerja. Alternatif peningkatan kinerja bersama adalah peningkatan kompetensi pengolahan tuna melalui pelatihan dan sosialisasi, kemitraan agroindustri dengan nelayan dan/atau UMKM (berbagi pemanfaatan by-product), peningkatan implementasi jaminan keamanan pangan (CPIB) pada aktor nelayan, peningkatan fasilitas bongkar muat tuna di lokasi pendaratan dan peningkatan implementasi jaminan keamanan pangan (HACCP) pada aktor agroindustri; 3) hasil tangkapan aktor nelayan yang menangkap dengan kapal jenis handline berada pada tingkat mutu 25% masuk kategori lokal dengan susut mutu pada pemeriksaan mutu pada agroindustri senilai 3% yang diakibatkan adanya yake dan asuki; 4) aktor agroindustri dan nelayan masing-masing memiliki risiko dan sumber risiko yang kompleks. Tindakan pencegahan sumber risiko yang paling prioritas pada aktor agroindustri adalah peningkatan kualitas manajemen internal untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis (PA3), sedangkan tindakan pencegahan sumber risiko pada aktor nelayan adalah pengendalian dan penurunan susut tuna (PA1); dan 5) perancangan model sistem dinamik peningkatan kinerja rantai pasok menghasilkan empat submodel, yaitu submodel kualitas, submodel nilai tambah, submodel aset, submodel fleksibilitas pasar. Peningkatan kinerja difokuskan pada variabel downgrade, nilai tambah dan by-product, return on fixed assets, dan fleksibilitas pasar. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kontinuitas pasokan bahan baku tuna dan pengolahan tuna menjadi faktor penentu perbaikan kinerja pada keempat variabel tersebut. Namun demikian, kontinuitas pasokan bahan baku tuna akan berpotensi membebani biaya produksi jika harga dan volume penjualan produk pengolahan tuna tidak kompetitif di pasaran.
dc.description.sponsorshipBeasiswa Pendidikan Indonesia sebagai Pihak Pemberi Beasiswa
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDesain Model Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Berkelanjutan Agroindustri Tuna dengan Pendekatan Soft System Dynamics Methodology (Studi Kasus di PT XYZ)id
dc.title.alternative
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordagroindustri tunaid
dc.subject.keywordKeberlanjutanid
dc.subject.keywordkinerjaid
dc.subject.keywordrantai pasokid
dc.subject.keywordSoft System Dynamics Methodologyid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record