Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Iskandar Zulkarnaen
dc.contributor.advisorSudrajat, Dede J.
dc.contributor.authorQolbi, Ruhul Hazuma Satya
dc.date.accessioned2026-08-28T03:43:01Z
dc.date.available2026-08-28T03:43:01Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179855
dc.description.abstractJabon merah (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser) merupakan jenis cepat tumbuh endemik Indonesia yang berpotensi untuk pengembangan hutan tanaman, namun benih unggul hasil pemuliaan belum tersedia. Uji keturunan diperlukan untuk menduga parameter genetik pertumbuhan dan kualitas kayu sebagai dasar seleksi famili unggul. Penelitian ini bertujuan menduga parameter genetik pertumbuhan dan kualitas kayu, destruktif maupun nondestruktif, serta menganalisis strategi seleksi untuk konversi tegakan menjadi kebun benih semai. Uji keturunan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Parungpanjang yang dibangun tahun 2017 menggunakan rancangan acak lengkap berblok dengan 6 blok, 10 provenansi, dan 72 famili. Parameter yang diukur meliputi diameter, tinggi, volume, penetrasi Pilodyn, kadar air, kerapatan, berat jenis, kecepatan ultrasonik, dan MOEd. Data dianalisis melalui analisis ragam, pendugaan komponen ragam, heritabilitas, korelasi rerata famili dan fenotipe, serta kemajuan dan perolehan genetik. Tegakan berumur delapan tahun dengan tingkat hidup 46%. Rata-rata diameter 18,56 cm, tinggi 12,55 m, penetrasi Pilodyn 29,59 mm, kerapatan kayu 0,726 g cm-3, berat jenis 0,423, kadar air 72,2%, kecepatan ultrasonik 3.417 m s-1, dan MOEd 8,521 GPa. Faktor blok berpengaruh sangat nyata pada hampir seluruh karakter, sedangkan faktor famili di dalam provenansi hanya nyata pada kerapatan kayu ketika diuji terhadap kuadrat tengah interaksi blok × famili. Meskipun asal materi mencakup wilayah monsunal dan anti-monsunal, provenansi menyumbang paling kecil terhadap ragam total (0,03–1,55%), sementara interaksi blok × famili menyumbang 3,3–33,1%. Heritabilitas individu berkisar 0,044–0,313 dan heritabilitas famili 0,090–0,390, tertinggi pada kerapatan kayu (0,313 dan 0,390); nilai mutlak digunakan bagi komponen ragam famili yang bernilai negatif. Korelasi rerata famili nyata dan positif antara kerapatan kayu dengan berat jenis (0,822) dan MOEd (0,494), sedangkan diameter tidak berkorelasi nyata dengan MOEd (0,079) maupun kecepatan ultrasonik (-0,019) sehingga tidak ditemukan pola pertukaran sifat antara pertumbuhan dan kualitas mekanik kayu. Perolehan genetik seleksi famili berkisar 0,59–11,22% pada intensitas 5% dan 0,40–7,61% pada intensitas 20%, dengan kerapatan kayu 3,69% dan 2,50%. Kerapatan kayu juga berkaitan dengan ketahanan terhadap rayap dan keamanan hidraulik saat kekeringan sehingga seleksi pada sifat ini memberi manfaat ganda. Seleksi famili berbasis kerapatan kayu pada intensitas sekitar 20% direkomendasikan sebagai dasar konversi menjadi kebun benih semai, dengan penetrasi Pilodyn sebagai penyaring awal.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePendugaan Parameter Genetik Pertumbuhan dan Kualitas Kayu Jabon Merah (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser).id
dc.title.alternativeGenetic Parameters Variability for Growth and Wood Quality of the Red Jabon (Neolamarckia macrophylla (Roxb.) Bosser).
dc.typeTesis
dc.subject.keywordheritabilitasid
dc.subject.keywordkualitas kayuid
dc.subject.keywordNeolamarckia macrophyllaid
dc.subject.keywordparameter genetikid
dc.subject.keyworduji keturunanid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record