Show simple item record

dc.contributor.advisorWinasa, I Wayan
dc.contributor.advisorSartiami, Dewi
dc.contributor.authorPutri, Vierdy Amanda
dc.date.accessioned2026-08-27T08:57:31Z
dc.date.available2026-08-27T08:57:31Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179852
dc.description.abstractPadi merupakan komoditas yang memiliki nilai penting karena menjadi sumber bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan. Masalah yang dihadapi dalam budi daya tanaman padi salah satunya adalah serangan hama. Penelitian bertujuan mengkaji tingkat serangan Cnaphalocrosis medinalis dan Pomacea canaliculata serta kelimpahan predator pada pertanaman padi (Oryza sativa) yang diberi berbagai perlakuan insektisida. Penelitian dilaksanakan di areal persawahan ± seluas 900 m² di Kelurahan Situgede, Kota Bogor menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah insektisida sintetik dengan bahan aktif klorantraniliprol, bioinsektisida dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens, insektisida nabati ekstrak daun mimba, dan kontrol. Pengamatan dilakukan mulai umur tanaman 2 sampai 12 minggu setelah tanam yang dilakukan sekali setiap minggu yaitu pada tiga hari setelah aplikasi insektisida. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi insektisida sintetik lebih efektif dibandingkan dengan bioinsektisida dan insektisida nabati dalam menekan intensitas serangan C. medinalis. Kelimpahan predator tidak berbeda nyata pada seluruh perlakuan. Luas serangan P. canaliculata relatif rendah pada seluruh perlakuan dipengaruhi oleh pengelolaan irigasi dan pengambilan keong mas secara manual.
dc.description.abstractRice is a commodity of significant importance because it serves as a source of staple food to meet nutritional needs. One of the problems in rice cultivation is pest infestation. The study aimed to examine the infestation levels of Cnaphalocrosis medinalis and Pomacea canaliculata, as well as the abundance of predators in rice plants (Oryza sativa) treated with various insecticide. The study was conducted in a 900 m² rice field in Situgede Village, Bogor City, using a randomized block design with four treatments and six repetitions. The treatments used are a synthetic insecticide with the active ingredient chlorantraniliprole, a bioinsecticide with active ingredient Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens, a botanical insecticide made from neem leaf extract, and a control. Observations were conducted starting when the plants were 2 until 12 weeks after planting, conducted once a week, specifically three days after application. The results showed that the application of synthetic insecticides was more effective than bioinsecticides and botanical insecticides in reducing the severity of C. medinalis infestations. The predator abundance did not differ significantly across all treatments. The extent of P. canaliculata infestations was relatively low across all treatments, influenced by irrigation management and manual snail removal.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSerangan Cnaphalocrosis medinalis dan Pomacea canaliculata serta Kelimpahan Predator pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisidaid
dc.title.alternativeAttack of Cnaphalocrosis medinalis and Pomacea canaliculata and Predator Abundance on Rice Fields Treated with Insecticide
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbudi dayaid
dc.subject.keywordhamaid
dc.subject.keywordintensitas seranganid
dc.subject.keywordMusuh alamiid
dc.subject.keywordpopulasiid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record