Serangan Cnaphalocrosis medinalis dan Pomacea canaliculata serta Kelimpahan Predator pada Pertanaman Padi yang Diberi Perlakuan Insektisida
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Putri, Vierdy Amanda
Winasa, I Wayan
Sartiami, Dewi
Metadata
Show full item recordAbstract
Padi merupakan komoditas yang memiliki nilai penting karena menjadi
sumber bahan makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan. Masalah yang
dihadapi dalam budi daya tanaman padi salah satunya adalah serangan hama.
Penelitian bertujuan mengkaji tingkat serangan Cnaphalocrosis medinalis dan
Pomacea canaliculata serta kelimpahan predator pada pertanaman padi (Oryza
sativa) yang diberi berbagai perlakuan insektisida. Penelitian dilaksanakan di areal
persawahan ± seluas 900 m² di Kelurahan Situgede, Kota Bogor menggunakan
rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan
yang digunakan adalah insektisida sintetik dengan bahan aktif klorantraniliprol,
bioinsektisida dengan bahan aktif Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens,
insektisida nabati ekstrak daun mimba, dan kontrol. Pengamatan dilakukan mulai
umur tanaman 2 sampai 12 minggu setelah tanam yang dilakukan sekali setiap
minggu yaitu pada tiga hari setelah aplikasi insektisida. Hasil penelitian
menunjukkan aplikasi insektisida sintetik lebih efektif dibandingkan dengan
bioinsektisida dan insektisida nabati dalam menekan intensitas serangan C.
medinalis. Kelimpahan predator tidak berbeda nyata pada seluruh perlakuan. Luas
serangan P. canaliculata relatif rendah pada seluruh perlakuan dipengaruhi oleh
pengelolaan irigasi dan pengambilan keong mas secara manual. Rice is a commodity of significant importance because it serves as a source
of staple food to meet nutritional needs. One of the problems in rice cultivation is
pest infestation. The study aimed to examine the infestation levels of
Cnaphalocrosis medinalis and Pomacea canaliculata, as well as the abundance of
predators in rice plants (Oryza sativa) treated with various insecticide. The study
was conducted in a 900 m² rice field in Situgede Village, Bogor City, using a
randomized block design with four treatments and six repetitions. The treatments
used are a synthetic insecticide with the active ingredient chlorantraniliprole, a
bioinsecticide with active ingredient Bacillus thuringiensis and Serratia
marcescens, a botanical insecticide made from neem leaf extract, and a control.
Observations were conducted starting when the plants were 2 until 12 weeks after
planting, conducted once a week, specifically three days after application. The
results showed that the application of synthetic insecticides was more effective than
bioinsecticides and botanical insecticides in reducing the severity of C. medinalis
infestations. The predator abundance did not differ significantly across all
treatments. The extent of P. canaliculata infestations was relatively low across all
treatments, influenced by irrigation management and manual snail removal.
Collections
- UF - Plant Protection [2611]

