Efektivitas Rumpon dalam Operasi Penangkapan Ikan Menggunakan Pancing Ulur di Palabuhanratu, Sukabumi
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Hidayat, Wahyu
Simbolon, Domu
Zulkarnain
Metadata
Show full item recordAbstract
Rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang banyak digunakan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas penangkapan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas rumpon sebagai daerah penangkapan ikan buatan, menganalisis komposisi hasil tangkapan ikan, dan mengevaluasi efektivitas penggunaannya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui observasi, wawancara, serta pengukuran hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas rumpon dipengaruhi oleh aspek teknis,
operasional, dan hambatan. Kapal pengguna rumpon menghasilkan 79% dari total hasil tangkapan, sedangkan kapal tanpa rumpon hanya 21%. Spesies yang mendominasi hasil tangkapan adalah madidihang, tuna mata besar, cakalang, dan cumi-cumi. Meskipun mampu meningkatkan kuantitas hasil tangkapan, penggunaan rumpon menghasilkan proporsi ikan layak tangkap yang lebih rendah dibandingkan penangkapan tanpa rumpon, terutama pada madidihang dan tuna mata besar. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas rumpon tidak hanya diukur dari peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kualitas hasil tangkapan untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Fish Aggregating Devices (FADs) are widely used by fishers at Palabuhanratu National Fishing Port (PPN Palabuhanratu) to improve fishing efficiency and productivity. This study aimed to identify the factors affecting the effectiveness of FADs as artificial fishing grounds, analyse the composition of fish catches, and evaluate the effectiveness of FAD use in fishing operations. The study was conducted from December 2025 to January 2026 using quantitative and qualitative approaches through field observations, interviews, and catch
measurements. The results showed that the effectiveness of FADs was influenced by technical, operational, and constraint-related factors. Vessels using FADs contributed 79% of the total catch, while non-FAD vessels contributed only 21%. The dominant catch species were yellowfin tuna, bigeye tuna, skipjack tuna, and squid. Although FADs significantly increased the quantity of fish catches, they produced a lower proportion of legally catchable fish than non-FAD fishing, particularly for yellowfin tuna and bigeye tuna. These findings indicate that the effectiveness of FADs should be evaluated not only by catch quantity but also by catch quality to support sustainable fisheries management.

