Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorHariyoga, Himawan
dc.contributor.authorRumiati
dc.date.accessioned2026-08-19T04:04:22Z
dc.date.available2026-08-19T04:04:22Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179751
dc.description.abstractPengawasan pemerintahan merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pengawasan berfungsi untuk memastikan bahwa setiap tindakan dan kebijakan pemerintah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan negara. Dalam konteks tersebut, Inspektorat Daerah Kota Jambi sebagai aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) memiliki peran strategis dalam menunjang dan memperkuat sistem pengendalian intern guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Selain peran asurans, inspektorat juga melaksanakan peran ke arah yang visioner, proaktif, dan solusif yaitu peran consulting. Kegiatan consulting secara umum meliputi fasilitasi, pemberian saran (advisory), dan pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan tata kelola, manajemen risiko dan proses pengendalian. Melalui fungsi konsultatifnya, inspektorat daerah berkontribusi dalam mendorong terwujudnya kinerja perangkat daerah yang lebih akuntabel, efektif, dan berorientasi pada pencapaian hasil pembangunan. Berdasarkan hasil penilaian kapabilitas APIP tahun 2025, kegiatan konsultasi pada elemen Kualitas Peran dan Layanan berada pada Level 1 (Rintisan), yang merupakan tingkat terendah dalam penilaian Kapabilitas APIP. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi konsultansi Inspektorat Daerah Kota Jambi belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kapabilitas fungsi konsultansi agar Inspektorat Daerah Kota Jambi dapat menjalankan perannya sebagai consulting partner secara efektif dalam mendukung pengawasan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis kinerja layanan konsultasi Inspektorat Daerah Kota Jambi yang diberikan kepada Perangkat Daerah; 2) Menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi Inspektorat Daerah Kota Jambi dalam menyelenggarakan layanan konsultasi; dan 3) Merumuskan strategi Inspektorat Daerah Kota Jambi dalam mendukung pembangunan daerah melalui perannya sebagai consulting partner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa mixed methods, yaitu menggabungkan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada responden terkait dan wawancara semi terstruktur kepada 6 orang informan ahli dari instansi terkait. Data sekunder diperoleh dari Inspektorat Daerah Kota Jambi dan sumber literatur lainnya. Metode SERVQUAL dan Importance-Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengevaluasi tingkat kepentingan serta kepuasan Perangkat Daerah terhadap layanan konsultasi yang diberikan oleh Inspektorat Daerah Kota Jambi. Dalam penyusunan strategi digunakan matriks IFE dan EFE yang menghasilkan matriks IE untuk mengetahui posisi strategis Inspektorat, matrik SWOT digunakan untuk perumusan strategi. Pada tahap terakhir matriks QSPM digunakan untuk memperoleh urutan prioritas strategi yang tepat untuk Inspektorat. Hasil penelitian dengan mengintegrasikan metode SERVQUAL dan IPA menunjukkan bahwa kualitas pelayanan consulting Inspektorat Daerah Kota Jambi belum memenuhi harapan pengguna layanan. T1, R2, dan R3 adalah atribut-atribut yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki dan ditetapkan sebagai bagian dari faktor kelemahan internal. Sementara itu Res2, T4, A1, T5, dan A5 adalah atribut yang perlu dipertahankan kinerjanya dan dipilih sebagai bagian dari faktor kekuatan internal Inspektorat. Faktor kekuatan utama adalah “Tim konsultan mampu menjaga kerahasiaan seluruh data dan informasi sensitif klien. Faktor kelemahan utama adalah “Kesenjangan kompetensi SDM Pengawasan”. Faktor peluang utama adalah “Dukungan Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Penguatan Inspektorat Daerah”. Sementara itu “Risiko tuntutan hukum” menjadi ancaman utama yang perlu diwaspadai oleh Inspektorat. Inspektorat Daerah Kota Jambi berada pada kuadran II matriks IE, yaitu posisi “Growth and Build”. Pada posisi ini perumusan strategi Inspektorat mengarah pada market penetration dan product development. Sembilan alternatif strategi dirumuskan melalui matriks SWOT. Strategi prioritas yang dapat dilakukan adalah (1) Mengadakan klinik konsultasi tematik, (2) Memperkuat budaya kerja BerAKHLAK, dan (3) Menambah jumlah pegawai melalui skema mutasi dalam satu instansi daerah. Kata Kunci: inspektorat daerah, kapabilitas APIP, kegiatan konsultansi, kualitas pelayanan, strategi
dc.description.sponsorshipPusbindiklatren Bappenas
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Inspektorat Daerah Kota Jambi Dalam Mendukung Pembangunan Daerah Melalui Perannya Sebagai Consulting Partnerid
dc.title.alternativeThe Strategy of the Jambi City Regional Inspectorate in Supporting Regional Development Through its Role as a Consulting Partner
dc.typeTesis
dc.subject.keywordInspektorat Daerahid
dc.subject.keywordKapabilitas APIPid
dc.subject.keywordKegiatan Konsultasiid
dc.subject.keywordkualitas pelayananid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record