Strategi Inspektorat Daerah Kota Jambi Dalam Mendukung Pembangunan Daerah Melalui Perannya Sebagai Consulting Partner
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Rumiati
Mulatsih, Sri
Hariyoga, Himawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengawasan pemerintahan merupakan salah satu unsur penting dalam
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Pengawasan
berfungsi untuk memastikan bahwa setiap tindakan dan kebijakan pemerintah
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus
mencegah terjadinya penyimpangan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi
masyarakat dan negara. Dalam konteks tersebut, Inspektorat Daerah Kota Jambi
sebagai aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) memiliki peran strategis dalam
menunjang dan memperkuat sistem pengendalian intern guna mewujudkan tata
kelola pemerintahan yang baik. Selain peran asurans, inspektorat juga melaksanakan
peran ke arah yang visioner, proaktif, dan solusif yaitu peran consulting. Kegiatan
consulting secara umum meliputi fasilitasi, pemberian saran (advisory), dan
pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan
tata kelola, manajemen risiko dan proses pengendalian. Melalui fungsi
konsultatifnya, inspektorat daerah berkontribusi dalam mendorong terwujudnya
kinerja perangkat daerah yang lebih akuntabel, efektif, dan berorientasi pada
pencapaian hasil pembangunan. Berdasarkan hasil penilaian kapabilitas APIP tahun
2025, kegiatan konsultasi pada elemen Kualitas Peran dan Layanan berada pada
Level 1 (Rintisan), yang merupakan tingkat terendah dalam penilaian Kapabilitas
APIP. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi konsultansi Inspektorat Daerah
Kota Jambi belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang
tepat untuk meningkatkan kapabilitas fungsi konsultansi agar Inspektorat Daerah
Kota Jambi dapat menjalankan perannya sebagai consulting partner secara efektif
dalam mendukung pengawasan pembangunan.
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis kinerja layanan konsultasi
Inspektorat Daerah Kota Jambi yang diberikan kepada Perangkat Daerah; 2)
Menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang memengaruhi Inspektorat
Daerah Kota Jambi dalam menyelenggarakan layanan konsultasi; dan 3)
Merumuskan strategi Inspektorat Daerah Kota Jambi dalam mendukung
pembangunan daerah melalui perannya sebagai consulting partner.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa mixed methods, yaitu
menggabungkan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Data primer dikumpulkan
melalui kuesioner kepada responden terkait dan wawancara semi terstruktur kepada
6 orang informan ahli dari instansi terkait. Data sekunder diperoleh dari Inspektorat
Daerah Kota Jambi dan sumber literatur lainnya. Metode SERVQUAL dan
Importance-Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengevaluasi tingkat
kepentingan serta kepuasan Perangkat Daerah terhadap layanan konsultasi yang
diberikan oleh Inspektorat Daerah Kota Jambi. Dalam penyusunan strategi
digunakan matriks IFE dan EFE yang menghasilkan matriks IE untuk mengetahui
posisi strategis Inspektorat, matrik SWOT digunakan untuk perumusan strategi.
Pada tahap terakhir matriks QSPM digunakan untuk memperoleh urutan prioritas
strategi yang tepat untuk Inspektorat. Hasil penelitian dengan mengintegrasikan metode SERVQUAL dan IPA
menunjukkan bahwa kualitas pelayanan consulting Inspektorat Daerah Kota Jambi
belum memenuhi harapan pengguna layanan. T1, R2, dan R3 adalah atribut-atribut
yang menjadi prioritas untuk segera diperbaiki dan ditetapkan sebagai bagian dari
faktor kelemahan internal. Sementara itu Res2, T4, A1, T5, dan A5 adalah atribut
yang perlu dipertahankan kinerjanya dan dipilih sebagai bagian dari faktor kekuatan
internal Inspektorat. Faktor kekuatan utama adalah “Tim konsultan mampu menjaga
kerahasiaan seluruh data dan informasi sensitif klien. Faktor kelemahan utama
adalah “Kesenjangan kompetensi SDM Pengawasan”. Faktor peluang utama adalah
“Dukungan Kebijakan Pemerintah Pusat Terkait Penguatan Inspektorat Daerah”.
Sementara itu “Risiko tuntutan hukum” menjadi ancaman utama yang perlu
diwaspadai oleh Inspektorat. Inspektorat Daerah Kota Jambi berada pada kuadran II
matriks IE, yaitu posisi “Growth and Build”. Pada posisi ini perumusan strategi
Inspektorat mengarah pada market penetration dan product development. Sembilan
alternatif strategi dirumuskan melalui matriks SWOT. Strategi prioritas yang dapat
dilakukan adalah (1) Mengadakan klinik konsultasi tematik, (2) Memperkuat
budaya kerja BerAKHLAK, dan (3) Menambah jumlah pegawai melalui skema
mutasi dalam satu instansi daerah.
Kata Kunci: inspektorat daerah, kapabilitas APIP, kegiatan konsultansi, kualitas
pelayanan, strategi
Collections
- MF - Economic and Management [3344]

