KINERJA LOGISTIK IKAN, MUTU IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DAN STRATEGI PENINGKATANNYA DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Amaliyah, Nurnazmi
Mustaruddin
Nugroho, Thomas
Metadata
Show full item recordAbstract
Perikanan tangkap merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian Indonesia, dengan pelabuhan perikanan berperan sebagai titik strategis dalam rantai pasok ikan mulai dari pendaratan hasil tangkapan hingga distribusi ke pasar domestik dan ekspor. Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, sebagai salah satu pelabuhan perikanan tipe A terbesar di Indonesia, memiliki kompleksitas logistik yang tinggi karena menjadi simpul utama pendaratan berbagai jenis kapal dan komoditas. Implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 58 Tahun 2021 di pelabuhan ini belum berjalan optimal, dengan tantangan berupa keterbatasan fasilitas rantai dingin, sistem pencatatan dan pengawasan mutu yang kurang efisien, serta waktu bongkar muat yang belum sesuai kebutuhan. Kondisi tersebut mendasari perlunya kajian yang mengintegrasikan aktivitas logistik, fasilitas, mutu ikan, dan kinerja logistik secara menyeluruh, sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan yang tepat sasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas dan fasilitas logistik serta mutu ikan, menganalisis kinerja logistik ikan, dan menyusun strategi peningkatan kinerja logistik ikan di PPS Nizam Zachman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 hingga April 2026 menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan uji organoleptik, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen dan laporan statistik pelabuhan. Kinerja logistik ikan diukur menggunakan Indeks Kinerja Logistik Ikan (IKLI) yang terdiri atas lima dimensi, yaitu Pengelolaan Pengadaan Hasil Perikanan, Efisiensi, Konektivitas, Manfaat, dan Tata Kelola. Mutu ikan dinilai melalui uji organoleptik terhadap ikan cakalang pada kondisi beku dan setelah thawing, di titik palka kapal dan Unit Pengolahan Ikan (UPI). Selanjutnya, strategi peningkatan kinerja logistik ikan disusun melalui analisis SWOT berdasarkan faktor internal dan eksternal yang diperoleh dari hasil pengukuran IKLI serta wawancara dengan informan kunci.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas logistik ikan di PPS Nizam Zachman berlangsung dalam lima tahapan utama, yaitu kedatangan kapal, pembongkaran, penimbangan dan pencatatan, pelunasan Pungutan Hasil Perikanan, serta distribusi, yang seluruhnya mengacu pada kerangka SLIN dan didukung oleh sistem digital. Distribusi hasil perikanan didominasi pasar ekspor (62%) dibandingkan pasar domestik (38%), menegaskan peran PPS Nizam Zachman sebagai simpul logistik perikanan bernilai ekonomi tinggi berskala global. Namun demikian, mutu ikan cakalang mengalami penurunan yang signifikan sepanjang rantai penanganan dari palka kapal menuju UPI, dengan nilai organoleptik pada kondisi setelah thawing di UPI berada di bawah ambang batas minimum kelayakan konsumsi, menjadikan tahap thawing di UPI sebagai titik kritis yang memerlukan perhatian khusus.
Pengukuran IKLI menunjukkan kinerja logistik ikan berada pada kategori Baik dengan skor agregat 75,38, dengan dimensi Manfaat mencapai skor tertinggi dan dimensi Tata Kelola mencapai skor terendah. Temuan penting dari penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara penilaian kinerja logistik yang secara umum tergolong baik dengan kondisi mutu ikan cakalang aktual pada titik kritis tertentu, yang menunjukkan bahwa skor kinerja agregat belum tentu mencerminkan kondisi di setiap titik rantai penanganan.
Hasil analisis Matriks Internal-Eksternal (IE) menempatkan posisi kinerja logistik ikan PPS Nizam Zachman pada Sel V Matriks IE, yang tergolong kelompok stabilitas, sehingga strategi yang paling sesuai adalah mempertahankan kinerja yang telah berjalan baik sambil melakukan perbaikan secara terukur. Strategi yang paling direkomendasikan adalah integrasi sistem pencatatan dan ketertelusuran data yang telah berjalan baik dengan sistem digital pelabuhan, guna memperkuat transparansi dan efisiensi distribusi ikan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pengendalian mutu pada tahap thawing di UPI serta peningkatan konektivitas dan tata kelola logistik, sebagai upaya mewujudkan sistem logistik ikan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman.
Collections
- MF - Fisheries [3359]

