Show simple item record

dc.contributor.advisorGaol, Jonson Lumban
dc.contributor.advisorAgus, Syamsul Bahri
dc.contributor.authorLutffiah, Sahwatul Salsabila
dc.date.accessioned2026-08-18T23:40:07Z
dc.date.available2026-08-18T23:40:07Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179657
dc.description.abstractPerairan Pulau Tunda berpotensi untuk pengembangan budidaya ikan kerapu (Epinephelus sp.) namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan informasi kesesuaian lahan Keramba Jaring Apung (KJA) yang cocok untuk dijadikan tempat budidaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian perairan yang berpotensi untuk budidaya ikan kerapu dengan KJA menggunakan SIG di Pulau Tunda, Serang Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial multi kriteria pada data spasial dengan penggunaan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis spasial teknik overlay dan pembobotan parameter oseanografi seperti kedalaman, oksigen terlarut, kecerahan, kecepatan arus, salinitas, dan material dasar perairan untuk menentukan kelas kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perairan Pulau Tunda secara umum mendukung budidaya ikan kerapu, dengan 3 kategori kelas yaitu tidak sesuai, sesuai dan sangat sesuai. Luasan wilayah sangat sesuai mencapai 949,49 ha, sesuai 2.906,94 ha dan tidak sesuai 2.611,87 ha yang tersebar di bagian timur hingga tenggara pulau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perairan Pulau Tunda memiliki potensi tinggi untuk pengembangan KJA budidaya ikan kerapu sehingga penelitian ini dapat menjadi dasar perencanaan zonasi budidaya ikan kerapu yang berkelanjutan
dc.description.abstractTunda Island has potential for grouper (Epinephelus sp.) aquaculture; however, its utilization has not been optimal due to limited information on suitable areas for floating net cage (KJA) aquaculture. This study aimed to identify suitable areas for grouper aquaculture on Tunda Island, Serang, Banten, using KJA AND using KJA and a Geographic Information System (GIS). The study used a spatial multi-criteria analysis based on spatial data processed using GIS. Spatial overlay and weighting techniques were applied to oceanographic parameters, including water depth, dissolved oxygen, water transparency, current velocity, salinity, and bottom substrate, to determine the suitability classes. The results showed that the waters of Tunda Island generally supported grouper aquaculture, with three suitability classes: unsuitable, suitable, and highly suitable. The highly suitable area covered 949.49 ha, the suitable area covered 2,906.94 ha, and the unsuitable area covered 2,611.87 ha, mainly distributed in the eastern to southeastern parts of the island. These findings indicate that most waters surrounding Tunda Island have high potential for KJA-based grouper aquaculture and provide a basis for sustainable grouper aquaculture zoning.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis spasial kesesuaian lahan keramba jaring apung budidaya ikan kerapu (Epinephelus sp.) di Pulau Tunda, Serang, Bantenid
dc.title.alternativeSpatial Analysis of Land Suitability for Floating Net Cage Aquaculture of Grouper (Epinephelus sp.) in Tunda Island, Serang, Banten.
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordIkan Kerapuid
dc.subject.keywordkjaid
dc.subject.keywordparameter oseanografiid
dc.subject.keywordpulau tundaid
dc.subject.keywordsigid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record