Hubungan Kerawanan Pangan, Keamanan Pangan, dan Konsumsi Pangan dengan Prevalensi Stunting di Indonesia
Abstract
Target penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada akhir RPJMN 2020–
2024 belum tercapai, dengan capaian nasional tahun 2024 masih berada pada angka
19,8%. Kondisi ini menegaskan pentingnya pemenuhan gizi melalui konsumsi
pangan yang adekuat, beragam, dan berkelanjutan disertai dukungan akses dan
keamanan pangan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan
antara kerawanan pangan (FIES), keamanan pangan (IKPS), dan konsumsi pangan
dengan prevalensi stunting di 34 provinsi Indonesia tahun 2024. Data sekunder
diperoleh dari Kemenkes, Bapanas, dan BPS, kemudian dianalisis menggunakan
uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil menunjukkan kerawanan pangan
menurut FIES (p = 0,001), IKPS (p = 0,021), skor PPH (p < 0,001), dan konsumsi
ikan berdasarkan PHD (p = 0,042) berhubungan signifikan dengan stunting. Skor
PPH memiliki korelasi negatif terkuat (r = -0,627), yang mengindikasikan
pentingnya keberagaman diet dalam mendukung penurunan prevalensi stunting. The national target of reducing stunting prevalence to 14% by the end of the
2020–2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) was not achieved,
as the prevalence in 2024 remained at 19.8%. This condition emphasizes the need
to ensure adequate, diverse, and sustainable food consumption, supported by
sufficient food access and food safety. This study aimed to examine the association
between food insecurity (FIES), food safety (IKPS), and food consumption with
stunting prevalence in 34 Indonesian provinces in 2024. Secondary data were
obtained from the Ministry of Health, the National Food Agency, and Statistics
Indonesia, and analyzed using Pearson and Spearman correlation tests. The results
showed that FIES (p = 0.001), IKPS (p = 0.021), DDP score (p < 0.001), and fish
consumption based on the Planetary Health Diet (PHD) (p = 0.042) were
significantly associated with stunting. The DDP score showed the strongest
negative correlation (r = -0.627), indicating the importance of dietary diversity in
supporting the reduction of stunting prevalence.
Collections
- UF - Nutrition [33]

