Pengaruh Spirulina terhadap Warna dan Harga Jual Koi Kohaku di Nusantara Nishikigoi Goldfish Centre Bogor
Abstract
Nusantara Nishikigoi Goldfish Centre (NNGC) Bogor specializes in the grow-out and marketing of ornamental fish, particularly koi and goldfish. The company faces inconsistent fish coloration from suppliers, high costs of imported color-enhancing feed, and an imbalance between koi supply and demand, which may reduce market value. This study evaluated the effects of Spirulina supplementation on color brightness, growth, and financial feasibility. A Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and two replications was used: control (K), 2% Spirulina powder (P1), and 5% Spirulina powder (P2). Spirulina significantly improved the color brightness of Kohaku koi (P<0.05) and affected growth, selling price, and revenue. All treatments had an R/C ratio above one, indicating financial feasibility. The highest IBCR was obtained in P1, showing that 2% Spirulina supplementation was more cost-efficient than 5%. Nusantara Nishikigoi Goldfish Centre Bogor merupakan perusahaan yang
bergerak di bidang pembesaran dan pemasaran ikan hias koi dan koki.
Permasalahan yang dihadapi meliputi ketidakkonsistenan kualitas warna ikan dari
pemasok, tingginya biaya pakan impor khusus warna, serta ketidakseimbangan
antara supply dan demand ikan koi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi nilai jual
ikan karena kecerahan warna merupakan salah satu faktor utama dalam penentuan
kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian Spirulina
terhadap kecerahan warna, pertumbuhan, serta kelayakan finansial usaha.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan
dan dua ulangan, yaitu kontrol (K), Spirulina bubuk dosis 2% (P1), dan dosis 5%
(P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Spirulina bubuk berpengaruh
nyata terhadap kecerahan warna ikan koi kohaku (P<0,05) serta menghasilkan
perbedaan pertumbuhan. Seluruh perlakuan memiliki nilai R/C rasio lebih dari satu
sehingga layak secara finansial. Nilai IBCR tertinggi diperoleh pada perlakuan P1
yang menunjukkan bahwa penambahan Spirulina bubuk dosis 2% memberikan
efisiensi penggunaan biaya tambahan yang lebih baik dibandingkan dosis 5%.

