| dc.description.abstract | Sel Vero banyak digunakan untuk produksi vaksin dan sebagai model in vitro dalam pengujian obat pada penelitian biomedis. Sel ini diperoleh dari monyet hijau Afrika (African green monkey). Monyet ekor panjang Indonesia (Macaca fascicularis; Mf) memiliki kesamaan taksonomi dan fisiologi dengan monyet hijau Afrika, sehingga berpotensi menjadi sumber alternatif untuk pengembangan model berbasis sel. Pada penelitian sebelumnya, sel ginjal MEP tertransformasi berhasil dikembangkan. Namun, karakteristik sel tersebut belum dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi secara komprehensif profil ekspresi gen pada sel ginjal MEP tertransformasi. Ekspresi gen CD46, CD155, endosialin, vWF, PCNA, CD24, dan P53 diidentifikasi melalui PCR dan dievaluasi menggunakan RT-qPCR pada sel ginjal normal, sel ginjal MEP tertransformasi, dan sel Vero. Ekspresi CD46, CD155, endosialin, vWF, PCNA, dan CD24 mengalami peningkatan pada sel ginjal MEP tertransformasi maupun sel Vero dibandingkan dengan sel ginjal normal. Sebaliknya, ekspresi P53 mengalami penurunan pada kedua jenis sel tersebut dibandingkan dengan sel ginjal normal. Temuan ini menunjukkan bahwa sel ginjal MEP tertransformasi berpotensi menjadi alternatif sel Vero, khususnya untuk produksi vaksin dan sebagai model in vitro dalam berbagai aplikasi penelitian biomedis. | |