IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Keberlanjutan Sistem Pertanian Padi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (508.2Kb)
      Fulltext (1.540Mb)
      Lampiran (1.031Mb)
      Lampiran (1.031Mb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Prasetyo, Gecci Dwi
      Mulatsih, Sri
      Triwidodo, Hermanu
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Padi merupakan komoditas pangan strategis yang menopang ketahanan pangan serta kesejahteraan rumah tangga petani di Indonesia. Sistem pertanian padi di Indonesia meliputi tiga kategori, yaitu konvensional, semi-organik, dan organik, yang masing-masing memiliki karakteristik teknologi, dampak lingkungan, dan faktor pendorong adopsi yang berbeda. Sistem konvensional yang mengandalkan input kimia sintetis tinggi masih mendominasi praktik petani, meskipun berisiko menurunkan kualitas lingkungan dalam jangka panjang. Di sisi lain, sistem semi-organik dan organik berkembang sebagai alternatif budidaya yang lebih berkelanjutan, tetapi adopsinya masih terbatas akibat kendala permodalan, akses pasar, dan dukungan kelembagaan. Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menjadi salah satu sentra produksi padi yang relevan untuk dikaji karena memiliki keragaman ketiga sistem pertanian padi tersebut, sehingga penilaian keberlanjutan secara multidimensi diperlukan untuk memahami kondisi aktual serta faktor yang mendorong petani memilih salah satu sistem dibandingkan sistem lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat keberlanjutan ketiga sistem pertanian padi tersebut di Kabupaten Boyolali dengan meninjau lima dimensi, yaitu lingkungan, ekonomi, sosial, teknologi, serta kelembagaan dan kebijakan. Penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor penentu yang memengaruhi pilihan petani terhadap sistem pertanian dengan menggunakan regresi logistik multinomial. Indeks keberlanjutan dihitung menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rapid Appraisal for Rice Cultivation Sustainability (RAP-RICE) dan divalidasi melalui simulasi Monte Carlo dengan perangkat lunak Rapfish. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Boyolali pada bulan Februari hingga April 2026, melibatkan 59 petani dan 23 informan kunci dari rantai pasok padi yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanian padi organik memiliki tingkat keberlanjutan sebesar 57,84 (kategori cukup berkelanjutan), sedangkan sistem semi-organik dan konvensional masing-masing memperoleh nilai 44,99 dan 41,26 (kategori kurang berkelanjutan). Pola ini konsisten pada hampir seluruh dimensi, yaitu status keberlanjutan meningkat secara progresif dari sistem konvensional menuju semi-organik dan mencapai nilai tertinggi pada sistem organik. Atribut pengungkit (leverage attributes) yang paling sensitif memengaruhi keberlanjutan bersifat spesifik pada setiap dimensi. Pada dimensi lingkungan dan teknologi, sistem konvensional dan semi-organik lebih dipengaruhi oleh intensitas penggunaan pupuk dan pestisida sintetis, sedangkan sistem organik lebih dipengaruhi oleh pengelolaan irigasi dan pola tanam kelompok. Pada dimensi ekonomi, atribut jangkauan pasar dan saluran pemasaran konsisten menjadi pengungkit utama pada sistem konvensional dan semi-organik, sedangkan nilai tambah produk menjadi pengungkit utama pada sistem organik. Pada dimensi kelembagaan, atribut program subsidi/insentif dan keberadaan penyuluh pertanian menjadi pengungkit utama pada hampir seluruh sistem pertanian. Jangkauan pasar sebagai faktor penentu paling signifikan dalam adopsi sistem pertanian padi organik. Petani dengan jangkauan pasar sempit memiliki peluang 99,6% lebih rendah untuk memilih sistem organik dibandingkan konvensional. Selain itu, semakin lama pengalaman bertani dapat menurunkan probabilitas petani dalam memilih sistem pertanian semi-organik. Hal ini menunjukkan bahwa, setiap penambahan satu tahun lama berusaha tani maka peluang petani memilih sistem pertanian semi-organik menjadi 0,064 kali lebih kecil. Sementara itu, keberadaan dan peran penyuluh pertanian tidak berpengaruh nyata secara statistik terhadap pilihan sistem pertanian padi semi-organik maupun organik.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179441
      Collections
      • MF - Multidiciplinary Program [2021]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository