Show simple item record

dc.contributor.advisorBengen, Dietriech Geoffrey
dc.contributor.advisorSubhan, Beginer
dc.contributor.advisorNatih, Nyoman Metta N.
dc.contributor.authorWulandari, Yola
dc.date.accessioned2026-08-15T09:48:51Z
dc.date.available2026-08-15T09:48:51Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179311
dc.description.abstractEkosistem lamun menyediakan habitat, perlindungan, dan sumber bahan organik bagi berbagai organisme bentik, termasuk teripang (Holothuroidea) yang berperan dalam bioturbasi dan daur ulang nutrien sedimen. Pulau Enggano merupakan pulau kecil terluar yang memiliki padang lamun dan sumber daya teripang, tetapi informasi terpadu mengenai struktur komunitas teripang, karakteristik morfometrik, dan keterkaitannya dengan kondisi habitat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik biofisik habitat lamun, (2) mendeskripsikan komposisi, kepadatan, struktur ukuran, dan hubungan panjang-berat teripang, serta (3) mengevaluasi asosiasi komunitas teripang dengan kerapatan lamun dan karakteristik habitat di perairan pesisir Pulau Enggano. Penelitian dilaksanakan pada September 2024 di delapan stasiun, yaitu Kahyapu, Ka’ana, Malakoni, Apoho, Meok, Banjarsari, Pulau Dua, dan Pulau Merbau. Teripang diamati menggunakan kuadrat 5 m × 5 m pada 10 transek/substasiun per stasiun, sedangkan lamun diamati menggunakan kuadrat 0,5 m × 0,5 m. Parameter lingkungan meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat, ortofosfat, dan komposisi fraksi sedimen. Data dianalisis secara deskriptif untuk komposisi dan kepadatan; hubungan panjang-berat dianalisis pada taksa dengan ukuran contoh yang memadai; karakteristik habitat dieksplorasi menggunakan Principal Component Analysis; dan asosiasi teripang-lamun dianalisis menggunakan Correspondence Analysis. Hasil pengamatan mencatat 112 individu yang dikelompokkan menjadi 21 taksa/morfotaksa dari famili Holothuriidae, Stichopodidae, dan Synaptidae. Holothuria atra memiliki sebaran paling luas, sedangkan Bohadschia marmorata ditemukan terutama pada stasiun dengan substrat relatif halus dan vegetasi lamun lebih berkembang. Delapan spesies lamun ditemukan, dengan Cymodocea rotundata dan Thalassia hemprichii tersebar luas pada lokasi penelitian. Karakteristik perairan dan sedimen bervariasi antarstasiun; ordinasi habitat menunjukkan pemisahan stasiun terutama sepanjang gradien suhu, nutrien, pH, salinitas, oksigen terlarut, serta komposisi fraksi sedimen. Kepadatan teripang berkisar 0,03-0,27 ind/m² dan perlu ditafsirkan sebagai kondisi pada satu periode pengamatan. Analisis asosiasi menunjukkan kedekatan beberapa taksa teripang dengan kategori kerapatan lamun tertentu, tetapi pola tersebut bersifat eksploratif dan tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Secara keseluruhan, heterogenitas habitat lamun dan sedimen berkaitan dengan variasi spasial komunitas teripang di Pulau Enggano. Hasil penelitian menyediakan data dasar untuk pemantauan teripang dan lamun, dengan kebutuhan tindak lanjut berupa survei lintas musim, standardisasi waktu pengamatan, konfirmasi taksonomi, dan analisis berbasis unit sampling yang berulang.
dc.description.sponsorshipMTCRC Scholarship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStruktur Komunitas dan Asosiasi Habitat Teripang (Holothuroidea) pada Ekosistem Lamun di Perairan Pesisir Pulau Enggano, Bengkuluid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAsosiasi habitatid
dc.subject.keywordHolothuroideaid
dc.subject.keywordlamunid
dc.subject.keywordanalisis morfometrikid
dc.subject.keywordPulau Engganoid
dc.subject.keywordstruktur komunitasid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record