Analisis Keragaan dan Uji Keunggulan Beberapa Galur Paprika (Capsicum annuum var. grossum) IPB di Dataran Rendah
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Radiansyah, Mahdi
Syukur, Muhamad
Sahid, Zulfikar Damaralam
Metadata
Show full item recordAbstract
Paprika (Capsicum annuum var. grossum) adalah komoditas sayuran buah bernilai
ekonomi tinggi, dengan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi, serta memiliki
permintaan pasar yang terus meningkat. Pemenuhan kebutuhan benih paprika di Indonesia
masih sangat bergantung pada varietas introduksi dari perusahaan multinasional yang
sebagian besar hanya optimal jika dibudidayakan di dataran tinggi. Terbatasnya lingkungan
budidaya yang optimal ditambah tingginya laju alih fungsi lahan pertanian di dataran tinggi
memicu persaingan dengan komoditas dataran tinggi lain dan mengancam stabilitas
produksi nasional. Pergeseran budidaya ke dataran rendah dihadapkan pada kondisi suhu
tinggi dan curah hujan ekstrem yang menyebabkan penurunan hasil yang drastis akibat
aborsi bunga dan malformasi buah. Oleh karena itu, perakitan varietas paprika unggul
nasional yang adaptif dan berdaya hasil tinggi di ekosistem dataran rendah menjadi langkah
strategis yang sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan pasokan pasar.
Program pemuliaan tanaman cabai oleh Tim Pemulia Cabai Fakultas Pertanian IPB
telah berhasil menghasilkan galur-galur harapan paprika nonhibrida. Galur generasi F7 dan
F8 melalui metode seleksi pedigree dari hasil persilangan cabai besar lokal dengan cabai
paprika introduksi Korea Selatan. Galur-galur ini dirakit secara spesifik memiliki bentuk
buah menyerupai tanduk (horn-shaped) yang memiliki keunggulan daya cerna lebih baik
sesuai dengan preferensi pasar Asia, serta mampu mempertahankan produktivitas di
dataran rendah. Kondisi iklim tropis yang heterogen menuntut adanya pengujian galur di
berbagai kondisi lingkungan untuk menduga pengaruh interaksi genotipe dengan
lingkungan (GxE) serta memastikan stabilitas daya hasil calon varietas sebelum dilepas ke
pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan pertumbuhan dan daya hasil
dan mengidentifikasi galur harapan paprika IPB terbaik yang akan didaftarkan sebagai
varietas nonhibrida adaptif dataran rendah.
Percobaan pertama mengevaluasi keragaan enam galur harapan paprika IPB pada dua
musim tanam yang memiliki perbedaan intensitas curah hujan dan suhu. Hasil analisis
ragam gabungan menunjukkan bahwa interaksi genotipe dengan musim (G x M)
berpengaruh sangat nyata terhadap sebagian besar karakter komponen hasil, seperti bobot
buah per tanaman, produktivitas, dan ketebalan daging buah. Musim tanam kedua
memberikan kondisi iklim mikro yang lebih optimal bagi pertumbuhan dan komponen
hasil dibandingkan musim pertama yang diwarnai cekaman curah hujan tinggi. Galur
Paprika Merah IPB dan Gemoy IPB menunjukkan performa daya hasil kumulatif terbaik
dengan tingkat produktivitas masing-masing mencapai 10,86 ton ha?¹ dan 10,33 ton ha?¹.
Galur Guritno IPB memiliki keunggulan spesifik pada ukuran panjang buah (10,35 cm)
dan daya simpan terlama (17,00 hari setelah panen). Analisis korelasi Pearson dan
komponen utama (PCA) memvalidasi bahwa produktivitas berkorelasi positif dengan
karakter pertumbuhan vegetatif dan berkorelasi sangat kuat dengan komponen hasil, di
mana galur Paprika Merah IPB terkelompokkan di kuadran komponen hasil.
Percobaan kedua mengevaluasi performa daya hasil dan uji keunggulan galur uji
terpilih (Gemoy IPB dan Guritno IPB) dibandingkan dengan tiga varietas komersial (Arisa
IPB, Anies IPB, dan Seloka IPB). Hasil menunjukkan bahwa galur berpengaruh sangat
nyata terhadap hampir seluruh karakter kuantitatif yang diamati. Galur Gemoy IPB
teridentifikasi sebagai galur terbaik dengan bobot buah per tanaman tertinggi (778,08 g)
dan potensi produktivitas mencapai 16,60 ton ha?¹, serta memiliki ciri khas buah triangular,
berwarna oranye terang, tidak pedas, dengan dinding buah tebal dan kadar vitamin C
tertinggi (1,27 mg g?¹). Galur Guritno IPB menunjukkan keunggulan pada panjang buah
(12,79 cm) dan produktivitas 14,60 ton ha?¹ dengan ciri buah elongate yang memiliki
sensasi pedas. Kedua galur harapan tersebut memiliki performa agronomis dan daya hasil
yang melampaui ketiga varietas pembanding, sehingga direkomendasikan secara kuat
sebagai calon varietas unggul nasional paprika nonhibrida yang adaptif di dataran rendah. Sweet pepper (Capsicum annuum var. grossum) is a highly-valued fruit vegetable rich
in vitamin C and antioxidants, with an ever-gr owing market demand. In Indonesia, the
supply of sweet pepper seeds is heavily reliant on introduced varieties from multinational
companies, which are generally optimized only for subtropical climates or highland
ecosystems. The high rate of agricultural land conversion in the highlands leads to landuse competition among other highland commodities, and threatens national production
stability. Shifting cultivation to the lowlands is often hindered by high-temperature stress
and extreme rainfall causing a drastic decline in yield due to flower abortion and fruit
malformation. Therefore, the development of national superior sweet pepper varieties that
are highly adaptable and productive in lowland ecosystems is an essential strategic step to
maintain market supply availability.
The IPB pepper breeding program has successfully developed F7 and F8 generation
nonhybrid sweet pepper potential lines through pedigree selection from crosses between
local large chilies and South Korean sweet peppers. These potential lines were specifically
bred to feature a horn-shaped fruit, which offers better digestibility, aligns with Asian
market preferences, and can sustain high productivity in the lowlands. The heterogeneous
tropical climate demands genotype testing across various environmental conditions to
estimate the genotype by environment (GxE) interaction effect and ensure the yield
stability of prospective varieties before dissemination of the variety. This study aimed to
evaluate growth performance and yield, separate the GxE interaction effects across
different seasons, and identify the best IPB sweet pepper potential lines to be registered as
lowland adaptive nonhybrid varieties.
The first experiment evaluated the performance of six IPB potential sweet pepper lines
over two planting seasons with differing rainfall intensity and temperatures. Combined
analysis of variance showed that the genotype by season (G x M) interaction had a highly
significant effect on most yield component traits, such as fruit weight per plant,
productivity, and flesh thickness. The second planting season provided a more optimal
microclimate for vegetative and generative growth compared to the first season, which was
subjected to high rainfall stress. Paprika Merah IPB and Gemoy IPB lines demonstrated
the best cumulative yield performance, with productivity reaching 10,86 tons ha?¹ and
10,33 tons ha?¹, respectively. Guritno IPB line exhibited specific superiority in fruit length
(10,35 cm) and the longest shelf life (17,00 days after harvest). Pearson correlation and
Principal Component Analysis (PCA) validated that productivity positively correlates with
vegetative traits and very strongly correlates with yield components, wherein the Paprika
Merah IPB line specifically clustered in the yield component quadrant.
The second experiment evaluated the yield performance and superiority test of the
selected lines (Gemoy IPB and Guritno IPB) against three commercial check varieties
(Arisa IPB, Anies IPB, and Seloka IPB). The results indicated that the tested lines had a
highly significant effect on almost all observed quantitative characters. The Gemoy IPB
line was identified as the best line, boasting the highest fruit weight per plant (778,08 g)
and a productivity potential reaching 16,60 tons ha?¹, characterized by triangular-shaped,
bright orange, non-pungent fruits with thick walls and the highest vitamin C content (1,27
mg g?¹). Guritno IPB line showed superiority in fruit length (12,79 cm) and productivity
(14,60 tons ha?¹) featuring elongate, pungent fruits. Both potential lines possessed
agronomic and yield performances that surpassed all three check varieties, making them
highly recommended as candidates for national superior non-hybrid sweet pepper varieties
adapted to the lowlands.
Collections
- MF - Agriculture [4154]

