Ketahanan Pangan pada Rumah Tangga dengan Anak Stunting dan Non Stunting di Desa Fatukoto, NTT
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Paru, Helena Merdekaria Bhiju
Wahyuni, Ekawati Sri
Abdulkadir, Rr. Melani
Metadata
Show full item recordAbstract
Rendahnya ketahanan pangan rumah tangga berpotensi menghambat pemenuhan pangan bergizi, dan bagi balita yang membutuhkan asupan gizi cukup untuk mendukung proses tumbuh-kembangnya, hal ini dapat menyebabkan stunting. Ketahanan pangan rumah tangga sangat dipengaruhi oleh pendapatan dan akses ekonomi terhadap pangan, sedangkan stunting juga dipengaruhi oleh pola konsumsi rumahtangga. Penelitian ini bertujuan membanding antara rumaht angga dengan anak stunting dan non stunting dalam hal ketahanan pangan dan pola konsumsi, serta menganalisis hubungan karakteristik rumah tangga dan pengambilan keputusan pangan dengan ketahanan pangan rumah tangga. Penelitian dilakukan di Desa Fatukoto, salah satu desa di NTT, dengan angka stunting tertinggi di kecamatan Mollo Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Sampling dipilih secara purposive sebanyak 54 rumah tangga, sebanding antara rumahtangga dengan balita stunting dan non stunting. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, penyebaran keusioner dan observasi. Analisis data menggunakan Microsoft Excel, uji hubungan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji beda menggunakan uji Mann-whitney dengan aplikasi RStudio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah tangga di Desa Fatukoto terkategorikan rawan secara ekonomi dengan rata-rata dua-pertiga pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik rumah tangga dengan ketahanan pangan rumah tangga stunting dan non stunting. Pada tingkat rumah tangga, stunting cenderung lebih berkaitan dengan jumlah balita dalam rumah tangga dan kebiasaan pemberian makan. Uji beda Mann-Whitney maupun uji korelasi menunjukkan tidak adanya perbedaan antara pengambilan keputusan pangan pada rumah tangga stunting dan non stunting. Pemanfaatan pangan tinggi didukung dari hasil kebun pekarangan, namun pergeseran pola konsumsi dari pangan pokok berbahan dasar jagung lokal ke beras menjadi tantangan bagi pencapaian ketahanan pangan rumahtangga. Hal ini karena, di satu sisi dominasi pekerjaan sebagai petani dengan penghasilan tidak tetap, dan di sisi lain beras bukan merupakan komoditas yang diproduksi pertanian setempat sehingga pemenuhannya bergantung pada daya beli rumah tangga. Low household food security can hinder access to nutrious food, and for toddlers who need adequate nutrition to support their growth, this can lead to stunting. Household food security is strongly influenced by income and economic access to food, while stunting is also influenced by household consumption patterns. This study aims to compare household with stunted and non stunted children in terms of food security and consumption patterns, and to analyze the relationship between household characteristics, food decision making, and household food security. The study was conducted in Fatukoto Village, one of the villages in East Nusa Tenggara (NTT) with the highest stunting rate in the Mollo Utara subdistrict.
This study employed quantitative method supported by qualitative data. A purposive sample of 54 households was selected with an equal number of households with stunted and non-stunted children. Data collection was conducted through inteviews, questionnaire, and observation. Data were analyzed using Microsoft Excel, Spearman’s rank correlation test, and the Mann-Whitney U test with the RStudio application.
The results show that the majority of households in Fatukoto Village were classified as economically vulnerable, with an average of two-thirds of household expenditures allocated to food. The correlation test result showed no relationship between household characteristics and household food security in stunted and non -stunted household. At household level, stunting tends to be more closely associated with the number of children under five in the household and feeding practices. Both the Mann-Whitney difference test and the correlation test indicate no difference in food related decision making between stunted and non-stunted household. Food utilization is largerly supported by home garden produce, however the shift in staple food consumption patterns from local corn-based to rice poses a challenge to achieving household food security. This is due, on the other hand to fact that rice is not produced locally, making its availability dependent on household purchasing power.
Collections
- MF - Human Ecology [2473]

