| dc.contributor.advisor | Arifiantini, R. Iis | |
| dc.contributor.advisor | Purwantara, Bambang | |
| dc.contributor.author | Fathiyah, Fitri Dewi | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-15T03:22:22Z | |
| dc.date.available | 2026-08-15T03:22:22Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179259 | |
| dc.description.abstract | Perkembangan industri olahraga berkuda meningkatkan kebutuhan terhadap
pejantan unggul yang mampu menghasilkan semen berkualitas untuk mendukung
inseminasi buatan (IB). Sperma kuda diketahui memiliki sensitivitas tinggi
terhadap proses pendinginan dan pembekuan maka ditambahkan antioksidan ke
dalam pengencer semen merupakan salah satu strategi untuk mempertahankan
kualitas sperma selama preservasi. Glutation telah banyak digunakan sebagai
antioksidan pada kriopreservasi semen, sedangkan eugenol sebagai senyawa
fenolik alami memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi melindungi sperma
dari kerusakan oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi kualitas semen
segar beberapa individu pejantan kuda, menentukan konsentrasi eugenol terbaik
dalam pengencer HF-20 untuk preservasi semen cair, serta mengevaluasi efektivitas
eugenol pada semen beku dibandingkan dengan pengencer HF-20 tanpa antioksidan
dan HF-20 yang disuplementasi dengan glutation.
Penelitian menggunakan lima ekor pejantan kuda dewasa yang menghasilkan
lima ejakulat per individu. Penelitian dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu
karakterisasi kualitas semen segar, penentuan konsentrasi eugenol terbaik (0; 2,5;
5,0; dan 7,5 µg/mL) pada pengencer HF-20 selama preservasi semen cair pada suhu
5°C, serta evaluasi kualitas semen beku menggunakan pengencer HF-20, HF-20
yang disuplementasi dengan eugenol terbaik, dan HF-20 yang disuplementasi
dengan glutation 5 mM. Variabel yang diamati meliputi karakteristik makroskopis,
meliputi volume, warna, pH dan konsistensi, serta mikroskopis semen meliputi
motilitas, konsentrasi dan kinematik sperma menggunakan Computer Assisted
Semen Analysis (CASA), viabilitas, abnormalitas, membran plasma utuh (MPU),
dan tudung akrosom utuh (TAU) sperma. Data dianalisis menggunakan analisis
ragam dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), diikuti uji Duncan pada taraf
nyata 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas semen segar bervariasi antar
individu pejantan. Penambahan eugenol pada preservasi semen cair berpengaruh
terhadap kualitas sperma, dan konsentrasi optimum dalam mempertahankan
motilitas, viabilitas, MPU, dan TAU sperma adalah 2,5 µg/mL. Kualitas sperma
dengan pengencer HF-20 yang disuplementasi glutation menghasilkan total dan
progressive motility, serta kinematika sperma lebih tinggi dibandingkan dengan
perlakuan lainnya, sedangkan HF-20 yang disuplementasi eugenol lebih efektif
mempertahankan viabilitas, MPU, TAU, dan morfologi sperma dibandingkan
dengan HF-20 tanpa antioksidan. Penelitian ini menunjukkan bahwa eugenol
berpotensi sebagai antioksidan alami pada preservasi semen kuda. Konsentrasi
eugenol 2,5 µg/mL merupakan konsentrasi optimum dalam pengencer HF-20 untuk
semen cair, sedangkan glutation masih lebih efektif mempertahankan motilitas dan
kinematika sperma setelah pembekuan. Temuan ini mendukung pengembangan
penggunaan antioksidan alami dalam teknologi preservasi dan kriopreservasi
semen kuda. | |
| dc.description.abstract | The expanding stallion industry has heightened the demand for genetically
superior stallions capable of producing high-quality semen for artificial
insemination (AI). Stallion spermatozoa remain highly vulnerable to chilling and
freezing injuries, primarily due to oxidative stress-induced membrane damage.
Consequently, supplementating semen extenders with antioxidants has emerged as
a crucial strategy for maintaining sperm quality during storage. Glutathione is
extensively utilized as an antioxidant in semen cryopreservation, meanwhile
eugenol, a natural phenolic compound, exhibits strong antioxidant properties and
may protect spermatozoa from oxidative damage. This study aimed to characterize
the fresh semen quality of individual stallions, ascertain the optimal concentration
of eugenol in the HF-20 extender for cooled semen preservation, and evaluate its
effectiveness in frozen semen compared to HF-20 alone and HF-20 supplemented
with glutathione.
Five mature stallions participated in this study, with five ejaculates collected
from each. The experiment comprised three sequential stages: characterization of
fresh semen quality, determination of the optimal eugenol concentration (0, 2,5
µg/m, 5.0 µg/mL, and 7.5 µg/mL) in the HF-20 extender during cooled semen
storage at 5°C, and evaluation of frozen semen quality using HF-20, HF-20
supplemented with 2,5 µg/mL eugenol, and HF-20 supplemented with 5 mM
glutathione. Semen quality was assessed based on macroscopic and microscopic
characteristics, sperm motility and kinematic parameters using Computer Assisted
Semen Analysis (CASA), viability, abnormalities, plasma membrane integrity, and
acrosome integrity. Data were analyzed using a randomized complete block design
followed by Duncan's Multiple Range Test at a 5% significance level.
The quality of fresh semen varied among individual stallions; nevertheless,
all ejaculates satisfied the minimum criteria for semen preservation. During the
storage of cooled semen, the supplementation of eugenol significantly influenced
sperm quality, with 2.5 µg/mL identified as the optimal concentration for
maintaining sperm motility, viability, plasma membrane integrity, and acrosome
integrity. In the context of post-thaw frozen semen, HF-20 supplemented with
glutathione resulted in higher total motility, progressive motility, and sperm
kinematic parameters compared to other treatments. Conversely, HF-20
supplemented with eugenol more effectively preserved sperm viability, plasma
membrane integrity, acrosome integrity, and morphology than the control extender
lacking antioxidants.
The study concludes that eugenol exhibits potential as a natural antioxidant
for the preservation of stallion semen. Specifically, supplementation with 2.5
µg/mL eugenol was found to be optimal for the preservation of cooled semen. In
contrast, glutathione demonstrated superior efficacy in maintaining post-thaw
motility and sperm kinematics. These results advocate for the advancement of
antioxidant supplementation strategies in the preservation and cryopreservation of
equine semen. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Karakteristik Semen Segar dan Pengaruh Penambahan Antioksidan pada Semen Cair dan Semen Beku Kuda | id |
| dc.title.alternative | Fresh Semen Characteristics and the Effects of Antioxidant Supplementation on Cooled and Frozen Stallion Semen | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | eugenol | id |
| dc.subject.keyword | glutathione | id |
| dc.subject.keyword | HF-20 | id |
| dc.subject.keyword | Semen Preservation | id |
| dc.subject.keyword | Stallion Semen | id |
| dc.subtype | Theses | |