Penggemukan dan Analisis Usaha Ternak Sapi di PT Mazashi Semuda Farm Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Business PlansAuthor
Syafiqi, Muhammad Fathan
Kurniawan, Fariz Am
Metadata
Show full item recordAbstract
MUHAMMAD FATHAN SYAFIQI. Penggemukan dan Analisis Usaha Ternak Sapi di PT Mazhashi Semuda Farm Jatiasih Kota Bekasi Jawa Barat. Dibimbing oleh FARIZ AM KURNIAWAN.
Usaha penggemukan sapi berperan dalam memenuhi kebutuhan daging nasional. PT Mazhashi Semuda Farm menerapkan penggemukan sapi Bali berbasis kemitraan dengan investor. Proyek akhir ini bertujuan menganalisis sistem kemitraan, manajemen penggemukan, dan kelayakan usaha di PT Mazhashi Semuda Farm, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada Februari–Mei 2026 melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengumpulan data primer dan sekunder. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis biaya, penerimaan, keuntungan, serta Return on Investment (ROI). Hasil menunjukkan bahwa kemitraan berjalan melalui pembagian peran yang jelas antara pengelola dan investor, didukung manajemen pakan, kesehatan, dan perkandangan yang baik tanpa ditemukan kasus morbiditas maupun mortalitas. Usaha menghasilkan keuntungan Rp9.450.000 dengan ROI 15,48%, sehingga layak dikembangkan dan menguntungkan bagi pengelola maupun investor. MUHAMMAD FATHAN SYAFIQI. Cattle Fattening and Business Analysis at PT Mazhashi Semuda Farm Jatiasih Bekasi City West Java. Supervised by FARIZ AM KURNIAWAN.
Cattle fattening plays an important role in meeting the growing national demand for beef. PT Mazhashi Semuda Farm applies a Bali cattle fattening system based on a partnership scheme with investors. This final project aimed to analyze the partnership system, fattening management, and business feasibility at PT Mazhashi Semuda Farm, Jatiasih, Bekasi City, West Java. The study was conducted from February to May 2026 through observation, interviews, documentation, and the collection of primary and secondary data. Data were analyzed descriptively using cost, revenue, profit, and Return on Investment (ROI) analyses. The results showed that the partnership operated through a clear division of roles between the farm manager and investors, supported by proper feed, health, and housing management, with no cases of morbidity or mortality recorded. The business generated a profit of IDR 9,450,000 with an ROI of 15.48%, indicating that the cattle fattening business is feasible for further development and provides benefits to both the farm manager and investors.

