Pengembangan Instrumen Asesmen Malnutrisi Anak (Pediatric Malnutrition Assessment Tool) Pada Pelayanan Kesehatan Indonesia
Date
2026Jenis/Type
DisertasiSubtype
DissertationsAuthor
Nofi, Lora Sri
Rimbawan
Damayanthi, Evy
Susetyowati
Metadata
Show full item recordAbstract
Malnutrisi pada pasien anak yang dirawat di rumah sakit masih menjadi
masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi dan berdampak terhadap peningkatan
komplikasi, lama rawat inap, penurunan kualitas hidup, serta mortalitas. Penilaian
status malnutrisi pada anak memerlukan asesmen yang komprehensif karena
dipengaruhi oleh penyakit akut dan kronis, inflamasi, asupan yang tidak adekuat,
gangguan metabolik, serta perubahan komposisi tubuh. Instrumen asesmen yang
digunakan di Indonesia saat ini, seperti Subjective Global Nutritional Assessment
(SGNA) dan Academy of Nutrition and Dietetics/American Society for Parenteral
and Enteral Nutrition Indicators of Malnutrition in Pediatrics (AAIMPtool), belum
sepenuhnya mengakomodasi lima konsep kunci malnutrisi anak menurut
McCarthy, yaitu antropometri, etiologi dan kronisitas, mekanisme,
ketidakseimbangan zat gizi, dan luaran klinis. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan mengembangkan instrumen asesmen malnutrisi anak yang komprehensif,
valid, reliabel, praktis, dan aplikatif sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan desain research and development dalam tiga
tahap, yaitu Penelitian Tahap I (Studi Pendahuluan), Penelitian Tahap II
(Pengembangan Instrumen), dan Penelitian Tahap III (Implementasi Instrumen).
Penelitian Tahap I (Studi Pendahuluan) dilakukan melalui Systematic Literature
Review (SLR) dan analisis persepsi tenaga gizi, Dietisien/Nutrisionis terhadap
instrumen asesmen malnutrisi yang digunakan di rumah sakit Indonesia. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa asesmen malnutrisi anak masih didominasi oleh
indikator antropometri sehingga belum mampu menggambarkan kondisi malnutrisi
secara komprehensif. Literatur menunjukkan perlunya pendekatan
multidimensional yang mengintegrasikan indikator antropometri, lingkar lengan
atas (LiLA), Hand Grip Strength (HGS), parameter biokimia, serta luaran klinis.
Analisis persepsi tenaga gizi menunjukkan kebutuhan terhadap instrumen yang
ringkas, mudah digunakan, memiliki sistem skoring terstandar, dan mencakup
indikator multidimensional yang relevan secara klinis. Seluruh responden menilai
antropometri dan pemeriksaan fisik sebagai indikator utama, sedangkan hampir
seluruh responden menghendaki riwayat penyakit, masalah gastrointestinal, dan
riwayat asupan energi-protein sebagai komponen asesmen. Temuan pada tahap ini
menjadi dasar konseptual penyusunan PedNutr.
Penelitian Tahap II (Pengembangan Instrumen) menghasilkan PedNutr yang
disusun berdasarkan lima konsep kunci McCarthy et al. (2019) dan terdiri atas 18
item yang mencakup antropometri, riwayat penyakit dan inflamasi, masalah
gastrointestinal, pemeriksaan fisik dan kapasitas fungsional, serta asupan energi dan
zat gizi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa PedNutr memiliki validitas isi yang
sangat baik (S-CVI=0,94), seluruh item valid secara konstruk (p<0,05), reliabilitas
internal sangat baik (Cronbach's Alpha=0,88), serta reliabilitas eksternal denganCohen's Kappa kategori moderate hingga near perfect agreement pada 81,7% item
dan Fleiss' Kappa sebesar 0,658 (substantial agreement). Dibandingkan dengan
SGNA, PedNutr memiliki sensitivitas sebesar 94,2% dan spesifisitas sebesar 84,3%
dalam mengidentifikasi status malnutrisi anak. Uji coba terbatas menunjukkan
bahwa PedNutr memiliki tingkat keterpakaian yang sangat baik, memperoleh
penilaian positif terhadap kemudahan implementasi, kelengkapan indikator,
efisiensi waktu, dan kelayakan penggunaan, serta memerlukan waktu asesmen rata-
rata 6,8 menit, lebih singkat dibandingkan SGNA (11,7 menit). Hasil tahap ini
menunjukkan bahwa PedNutr merupakan instrumen yang valid, reliabel, praktis,
efisien, dan berpotensi digunakan sebagai instrumen asesmen maupun skrining
malnutrisi anak di rumah sakit.
Penelitian Tahap III (Implementasi Instrumen) mengevaluasi penerapan
PedNutr melalui uji responsivitas pada pasien kanker anak serta pengembangan
aplikasi e-PedNutr berbasis Android. Hasil implementasi menunjukkan prevalensi
malnutrisi menurun dari 38,9% saat masuk rumah sakit menjadi 25% saat pulang,
dengan 42,9% pasien mengalami perbaikan status malnutrisi. Meskipun hubungan
antara status malnutrisi dengan LiLA, HGS, dan lama rawat inap belum mencapai
signifikansi statistik, terdapat tren peningkatan LiLA dan HGS selama perawatan
serta kecenderungan lama rawat yang lebih singkat pada kelompok yang tidak
mengalami malnutrisi. Hasil ini menunjukkan bahwa PedNutr mampu memantau
perubahan status malnutrisi selama perawatan. Selain itu, dikembangkan aplikasi
e-PedNutr berbasis Android yang meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kemudahan
asesmen sehingga mendukung pengambilan keputusan dalam pelayanan gizi klinik
berbasis digital.
Berdasarkan keseluruhan tahapan penelitian, PedNutr terbukti merupakan
instrumen asesmen malnutrisi anak yang valid, reliabel, praktis, efisien, dan
aplikatif untuk digunakan pada pelayanan kesehatan di Indonesia. Kebaruan
penelitian ini terletak pada pengembangan instrumen asesmen malnutrisi anak
pertama di Indonesia yang disusun berdasarkan lima konsep kunci McCarthy,
sehingga mengintegrasikan antropometri, etiologi dan kronisitas, mekanisme
malnutrisi, ketidakseimbangan zat gizi, dan luaran klinis ke dalam satu instrumen
multidimensional dengan sistem skoring terstandar. Selain menghasilkan instrumen
PedNutr, penelitian ini juga menghasilkan aplikasi e-PedNutr berbasis Android
beserta panduan penggunaannya untuk mendukung implementasi asesmen
malnutrisi anak pada era transformasi pelayanan kesehatan digital. PedNutr
diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan mutu pelayanan asuhan
gizi pasien anak di rumah sakit Indonesia.

