Show simple item record

dc.contributor.advisorArifin, Hadi Susilo
dc.contributor.advisorNurhayati
dc.contributor.authorRahmatika, Aghnina
dc.date.accessioned2026-08-15T01:13:52Z
dc.date.available2026-08-15T01:13:52Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179152
dc.description.abstractRuang terbuka hijau publik (RTHP) semakin penting dalam mendukung kesehatan masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan berupa pencemaran udara, kepadatan aktivitas, keterbatasan ruang terbuka dan stres psikososial. Kota Bogor memiliki potensi RTHP yang cukup besar, namun persebaran, kualitas fasilitas, manfaat kesehatan dan pengelolaannya belum dianalisis secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan sebaran dan menginventarisasi kondisi RTHP di Kota Bogor; (2) menganalisis RTHP terpilih sebagai healing environment yang mendukung kesehatan fisik dan psikologis masyarakat; (3) menyusun strategi pengelolaan RTHP untuk mendukung kesehatan masyarakat; serta (4) menyusun model healing environment berdasarkan tipologi RTHP di Kota Bogor. Kesehatan dalam penelitian ini tidak diukur secara klinis, tetapi dipahami melalui kondisi lingkungan dan aktivitas yang berpotensi mendukung kesehatan fisik, pemulihan psikologis, interaksi sosial dan kualitas lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan spasial, biofisik, sosial budaya dan kelembagaan. Pengumpulan data dilakukan melalui inventarisasi spasial, observasi lapang, pengukuran kondisi fasilitas kuesioner persepsi dan preferensi pengunjung, wawancara serta Focus Group Discussion. Data spasial diolah untuk menghasilkan peta sebaran RTHP. Kondisi 15 RTHP aktif dianalisis berdasarkan tipologi, luas, fasilitas, tanaman serta potensi pemanfaatannya. Persepsi dan preferensi pengunjung dianalisis secara deskriptif. Analisis MICMAC digunakan untuk mengidentifikasi variabel kunci pengembangan RTHP, sedangkan MACTOR digunakan untuk menganalisis posisi, dukungan, pengaruh dan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan RTHP. Hasil inventarisasi mengidentifikasi 275 titik RTHP dengan luas total 49,22 ha yang tersebar di enam kecamatan. Persebarannya belum merata, dengan jumlah dan luas terbesar berada di Kecamatan Bogor Tengah. Perbandingan jumlah dan luas menunjukkan bahwa banyaknya titik RTHP tidak selalu berbanding lurus dengan luas ruang hijau yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi RTHP berdasarkan jumlah, luas, tipologi, aksesibilitas, fungsi dan cakupan pelayanannya. Analisis terhadap 15 RTHP aktif menunjukkan bahwa fasilitas dasar berupa pedestrian, tempat sampah, bangku, penerangan dan penanda kawasan relatif tersedia, sedangkan fasilitas olahraga, sanitasi, keselamatan dan mitigasi bencana masih terbatas. Taman dengan skala pelayanan lebih luas, seperti Alun-Alun Kota Bogor, Lapangan Sempur dan Taman Heulang memiliki fasilitas yang relatif lebih lengkap dibandingkan taman lingkungan berskala kecil. Persepsi pengunjung menunjukkan penilaian positif terhadap keamanan elemen taman, udara segar, rasa aman dan keberadaan petugas keamanan. Manfaat yang paling kuat dirasakan berada pada aspek psikologis, terutama pengurangan stres dan kecemasan, perbaikan suasana hati, rasa rileks serta peningkatan konsentrasi. Manfaat fisik berupa rasa bugar, pernapasan yang lebih lega dan dukungan terhadap daya tahan tubuh juga dinilai positif. Pola kunjungan menunjukkan bahwa RTHP banyak dimanfaatkan untuk olahraga, menenangkan diri, rekreasi dan aktivitas kebersamaan. Temuan tersebut memperkuat fungsi RTHP sebagai ruang pendukung kesehatan preventif. Hasil MICMAC menunjukkan bahwa suasana tenang dan keamanan elemen merupakan variabel kunci karena memiliki tingkat pengaruh dan ketergantungan yang tinggi. Hasil MACTOR menunjukkan dukungan positif seluruh aktor terhadap tujuan peningkatan kesehatan preventif, optimalisasi fungsi RTHP, partisipasi masyarakat, efisiensi pengelolaan dan penguatan kebijakan kota sehat. Aktor strategis meliputi Dinas Perumahan dan Permukiman, Bapperida, kecamatan dan kelurahan, akademisi serta pihak swasta atau CSR. Strategi pengelolaan yang dirumuskan mencakup penguatan suasana tenang dan keamanan elemen taman, peningkatan fasilitas berbasis kesehatan, pengembangan program kesehatan preventif, penyediaan media edukasi kesehatan dan lingkungan serta penguatan tata kelola kolaboratif antaraktor. Model healing environment disusun berdasarkan empat tipologi RTHP, yaitu taman kota, taman lingkungan, jalur hijau dan hutan kota. Model taman kota diarahkan sebagai ruang publik multifungsi yang mengintegrasikan aktivitas fisik, rekreasi, interaksi sosial, zona restorasi diri, edukasi dan pelayanan. Model taman lingkungan menekankan kedekatan dengan permukiman, aktivitas keluarga, ruang bermain, interaksi warga dan pengelolaan berbasis komunitas. Model jalur hijau diarahkan sebagai koridor pedestrian yang aman, teduh, terhubung dan interpretatif melalui penyediaan sabuk vegetasi, titik singgah, titik pandang, serta informasi sejarah dan lanskap. Model hutan kota memprioritaskan fungsi konservasi, biodiversitas, kenyamanan mikroklimat, rekreasi pasif dan edukasi lingkungan dengan intervensi fisik yang terbatas. Keempat model memiliki prinsip dasar berupa keamanan, ketenangan, kenyamanan ekologis, aksesibilitas, inklusivitas, edukasi dan pengelolaan berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan RTHP Kota Bogor yang lebih sehat, adaptif dan sesuai dengan karakter setiap tipologi.
dc.description.sponsorship1. Riset Kolaboratif Indonesia (RKI) Tahun ke-2 tentang “Strategi Manajemen Lanskap Produktif Ruang Terbuka Hijau Publik sebagai Upaya Peningkatan Imunitas Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 2. Penelitian Riset Fundamental Reguler BIMA Tahun 2025 tentang “Analisis Integrasi Ruang Terbuka Hijau Publik dan Kawasan Pusaka untuk Pengembangan Eduwisata Terpadu di Kota Bogor”.
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengembangan Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Kota Bogorid
dc.title.alternativeDevelopment Public Green Spaces to Enhance Public Health in Bogor City
dc.typeTesis
dc.subject.keywordanalisis micmac dan mactorid
dc.subject.keywordkesehatan preventifid
dc.subject.keywordtaman sehatid
dc.subject.keywordevaluasi pengelolaan lanskapid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record