IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Publik untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Kota Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (638.6Kb)
      Fulltext (7.580Mb)
      Lampiran (400.8Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Rahmatika, Aghnina
      Arifin, Hadi Susilo
      Nurhayati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ruang terbuka hijau publik (RTHP) semakin penting dalam mendukung kesehatan masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan berupa pencemaran udara, kepadatan aktivitas, keterbatasan ruang terbuka dan stres psikososial. Kota Bogor memiliki potensi RTHP yang cukup besar, namun persebaran, kualitas fasilitas, manfaat kesehatan dan pengelolaannya belum dianalisis secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan sebaran dan menginventarisasi kondisi RTHP di Kota Bogor; (2) menganalisis RTHP terpilih sebagai healing environment yang mendukung kesehatan fisik dan psikologis masyarakat; (3) menyusun strategi pengelolaan RTHP untuk mendukung kesehatan masyarakat; serta (4) menyusun model healing environment berdasarkan tipologi RTHP di Kota Bogor. Kesehatan dalam penelitian ini tidak diukur secara klinis, tetapi dipahami melalui kondisi lingkungan dan aktivitas yang berpotensi mendukung kesehatan fisik, pemulihan psikologis, interaksi sosial dan kualitas lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan spasial, biofisik, sosial budaya dan kelembagaan. Pengumpulan data dilakukan melalui inventarisasi spasial, observasi lapang, pengukuran kondisi fasilitas kuesioner persepsi dan preferensi pengunjung, wawancara serta Focus Group Discussion. Data spasial diolah untuk menghasilkan peta sebaran RTHP. Kondisi 15 RTHP aktif dianalisis berdasarkan tipologi, luas, fasilitas, tanaman serta potensi pemanfaatannya. Persepsi dan preferensi pengunjung dianalisis secara deskriptif. Analisis MICMAC digunakan untuk mengidentifikasi variabel kunci pengembangan RTHP, sedangkan MACTOR digunakan untuk menganalisis posisi, dukungan, pengaruh dan keterlibatan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan RTHP. Hasil inventarisasi mengidentifikasi 275 titik RTHP dengan luas total 49,22 ha yang tersebar di enam kecamatan. Persebarannya belum merata, dengan jumlah dan luas terbesar berada di Kecamatan Bogor Tengah. Perbandingan jumlah dan luas menunjukkan bahwa banyaknya titik RTHP tidak selalu berbanding lurus dengan luas ruang hijau yang tersedia. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi RTHP berdasarkan jumlah, luas, tipologi, aksesibilitas, fungsi dan cakupan pelayanannya. Analisis terhadap 15 RTHP aktif menunjukkan bahwa fasilitas dasar berupa pedestrian, tempat sampah, bangku, penerangan dan penanda kawasan relatif tersedia, sedangkan fasilitas olahraga, sanitasi, keselamatan dan mitigasi bencana masih terbatas. Taman dengan skala pelayanan lebih luas, seperti Alun-Alun Kota Bogor, Lapangan Sempur dan Taman Heulang memiliki fasilitas yang relatif lebih lengkap dibandingkan taman lingkungan berskala kecil. Persepsi pengunjung menunjukkan penilaian positif terhadap keamanan elemen taman, udara segar, rasa aman dan keberadaan petugas keamanan. Manfaat yang paling kuat dirasakan berada pada aspek psikologis, terutama pengurangan stres dan kecemasan, perbaikan suasana hati, rasa rileks serta peningkatan konsentrasi. Manfaat fisik berupa rasa bugar, pernapasan yang lebih lega dan dukungan terhadap daya tahan tubuh juga dinilai positif. Pola kunjungan menunjukkan bahwa RTHP banyak dimanfaatkan untuk olahraga, menenangkan diri, rekreasi dan aktivitas kebersamaan. Temuan tersebut memperkuat fungsi RTHP sebagai ruang pendukung kesehatan preventif. Hasil MICMAC menunjukkan bahwa suasana tenang dan keamanan elemen merupakan variabel kunci karena memiliki tingkat pengaruh dan ketergantungan yang tinggi. Hasil MACTOR menunjukkan dukungan positif seluruh aktor terhadap tujuan peningkatan kesehatan preventif, optimalisasi fungsi RTHP, partisipasi masyarakat, efisiensi pengelolaan dan penguatan kebijakan kota sehat. Aktor strategis meliputi Dinas Perumahan dan Permukiman, Bapperida, kecamatan dan kelurahan, akademisi serta pihak swasta atau CSR. Strategi pengelolaan yang dirumuskan mencakup penguatan suasana tenang dan keamanan elemen taman, peningkatan fasilitas berbasis kesehatan, pengembangan program kesehatan preventif, penyediaan media edukasi kesehatan dan lingkungan serta penguatan tata kelola kolaboratif antaraktor. Model healing environment disusun berdasarkan empat tipologi RTHP, yaitu taman kota, taman lingkungan, jalur hijau dan hutan kota. Model taman kota diarahkan sebagai ruang publik multifungsi yang mengintegrasikan aktivitas fisik, rekreasi, interaksi sosial, zona restorasi diri, edukasi dan pelayanan. Model taman lingkungan menekankan kedekatan dengan permukiman, aktivitas keluarga, ruang bermain, interaksi warga dan pengelolaan berbasis komunitas. Model jalur hijau diarahkan sebagai koridor pedestrian yang aman, teduh, terhubung dan interpretatif melalui penyediaan sabuk vegetasi, titik singgah, titik pandang, serta informasi sejarah dan lanskap. Model hutan kota memprioritaskan fungsi konservasi, biodiversitas, kenyamanan mikroklimat, rekreasi pasif dan edukasi lingkungan dengan intervensi fisik yang terbatas. Keempat model memiliki prinsip dasar berupa keamanan, ketenangan, kenyamanan ekologis, aksesibilitas, inklusivitas, edukasi dan pengelolaan berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan RTHP Kota Bogor yang lebih sehat, adaptif dan sesuai dengan karakter setiap tipologi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179152
      Collections
      • MF - Agriculture [4154]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository