Show simple item record

dc.contributor.advisorRiany, Yulina Eva
dc.contributor.advisorLatifah, Melly
dc.contributor.authorS, Zazirah
dc.date.accessioned2026-08-15T01:05:19Z
dc.date.available2026-08-15T01:05:19Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/179140
dc.description.abstractMasa usia dini merupakan periode emas penentu kualitas tumbuh kembang anak pada tahap selanjutnya, di mana lingkungan keluarga memiliki peran sentral dalam membentuk pengalaman perkembangan tersebut melalui pola pengasuhan dan stimulasi. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi digital, lingkungan keluarga mengalami perubahan besar akibat tingginya penggunaan gadget oleh orang tua, terutama ibu sebagai pengasuh utama. Kondisi ini memicu fenomena technoference atau interferensi gadget yang mendistraksi responsivitas orang tua serta menurunkan kualitas interaksi langsung dengan anak. Dampak dari interupsi digital ini tidak hanya memengaruhi kualitas stimulasi yang diberikan, tetapi juga berisiko diimitasi oleh anak yang berada pada fase meniru, sehingga gadget yang digunakan orang tua secara tidak langsung menjadi model perilaku harian bagi anak. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh karakteristik anak, karakteristik keluarga, gaya pengasuhan, interferensi gadget, dan penggunaan gadget bermasalah pada anak terhadap perkembangan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan 225 anak berusia 4 tahun di Kota Banda Aceh. Analisis dan interpretasi data menggunakan analisis deskriptif, analisis korelasi, dan analisis regresi. Pengolahan dan analisis data menggunakan perangkat lunak Microsoft Office Excel 2022 dan Statistical Package for Social Science (SPSS) 26.0. Penelitian ini menggunakan explanatory research design dengan metode yang digunakan adalah stratified cluster sampling. Peneliti melakukan skrining perkembangan anak secara langsung menggunakan DENVER II, sementara untuk responden Ibu, kuesioner disebar dan diisi secara self-administered. Pengambilan data di lapangan dilaksanakan pada bulan Juni - September 2025. Pada penelitian ini, analisis deskriptif menunjukkan bahwa gaya pengasuhan orang tua secara umum berada pada kategori sedang. Di antara ketiga dimensi gaya pengasuhan, gaya pengasuhan permisif memiliki nilai rata-rata tertinggi (74,22), diikuti oleh gaya pengasuhan autoritatif (71,87), sedangkan gaya pengasuhan otoriter memiliki nilai rata-rata terendah (60,00). Meskipun demikian, perbedaan nilai antara gaya pengasuhan permisif dan autoritatif relatif kecil, yang menunjukkan bahwa orang tua memperlihatkan karakteristik kedua dimensi pengasuhan tersebut dalam praktik pengasuhan sehari-hari. Pada aspek perkembangan, anak menunjukkan capaian motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan personal sosial yang secara umum berada pada kategori sedang. Sementara itu, interferensi gadget (technoference) orang tua dan penggunaan gadget bermasalah pada anak secara umum berada pada kategori sedang. Berdasarkan analisis data, ditemukan dinamika hubungan yang berbeda pada setiap aspek perkembangan anak. Pada aspek motorik kasar, uji korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan dengan karakteristik anak yang meliputi jenis kelamin dan urutan kelahiran serta karakteristik keluarga yang meliputi usia ibu, usia ayah, pendidikan ibu, pendidikan ayah, pekerjaan ibu, pekerjaan ayah, penghasilan keluarga, besar keluarga dan lama pernikahan. sementara uji regresi membuktikan bahwa aspek ini dipengaruhi secara positif oleh gaya pengasuhan autoritatif serta dipengaruhi secara negatif oleh interferensi gadget dan penggunaan gadget bermasalah anak. Pada aspek motorik halus, uji korelasi menemukan hubungan positif dengan pendidikan ibu, penghasilan keluarga, besar keluarga, dan pekerjaan ayah, serta hubungan negatif dengan pola asuh permisif dan penggunaan gadget bermasalah anak. Selanjutnya melalui uji regresi, faktor yang terbukti menjadi prediktor positif signifikan hanya pendidikan ibu, pekerjaan ayah, dan penghasilan keluarga, sedangkan faktor penekan (negatif) adalah besar keluarga dan penggunaan gadget bermasalah anak. Selanjutnya pada aspek bahasa, uji korelasi menunjukkan hubungan positif pada variabel pendidikan ibu, penghasilan keluarga, besar keluarga, dan gaya pengasuhan autoritatif, serta hubungan negatif pada penggunaan gadget bermasalah anak. Sementara itu melalui uji regresi, hanya besar keluarga dan gaya pengasuhan autoritatif yang terbukti memberikan pengaruh positif signifikan, sedangkan pengaruh negatif datang dari interferensi gadget dan penggunaan gadget bermasalah anak. Pada aspek personal sosial, uji korelasi menemukan hubungan positif hanya pada tingkat pendidikan ibu, serta hubungan negatif pada interferensi gadget dan penggunaan gadget bermasalah anak, kemudian berdasarkan uji regresi, tidak ditemukan variabel yang berpengaruh positif, melainkan pengaruh negatif yang nyata dari penerapan gaya pengasuhan permisif, interferensi gadget, dan penggunaan gadget bermasalah pada anak. Berdasarkan temuan penelitian ini, orang tua disarankan untuk tetap menjaga agar interferensi gadget dalam kehidupan sehari-hari tetap seminimal mungkin, khususnya bagi ibu sebagai pengasuh utama. Tingkat technoference pada responden dalam penelitian ini tergolong sedang, hasil ini menunjukkan bahwa technoference berkontribusi terhadap kualitas interaksi orang tua-anak. Oleh karena itu, upaya untuk meminimalkan tingkat technoference penting dilakukan agar responsivitas dan kualitas interaksi langsung dengan anak tetap optimal. Selain itu, orang tua perlu mengelola penggunaan gadget pada anak agar tidak berkembang menjadi penggunaan yang bermasalah serta menyediakan lebih banyak kesempatan bermain aktif dan interaktif untuk mendukung perkembangan motorik, bahasa, dan personal sosial anak. Bagi pendidik dan lembaga PAUD, temuan ini dapat menjadi dasar dalam memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pengelolaan penggunaan gadget dan pentingnya menjaga kualitas interaksi melalui praktik pengasuhan yang positif. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor-faktor lain yang berkaitan dengan interaksi orang tua-anak serta menggunakan desain penelitian yang lebih mendalam agar hubungan antarvariabel dapat dipahami secara lebih komprehensif.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Gaya Pengasuhan, Interferensi Gadget dan Penggunaan Gadget Bermasalah Anak terhadap Perkembangan Anak Usia Diniid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordperkembangan anak usia diniid
dc.subject.keywordgaya pengasuhanid
dc.subject.keywordinterferensi gadgetid
dc.subject.keywordpenggunaan gadget bermasalah anakid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record