Analisis Kelayakan dan Strategi Pengelolaan Konservasi Berbasis Ekowisata Mangrove Pangkal Babu, Provinsi Jambi
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
ARYA, NUR MACHFUDZ KUSUMA
Ekayani, Meti
Pramudita, Danang
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem mangrove Pangkal Babu menghadapi tekanan alih fungsi lahan dan aktivitas ekstraktif. Penelitian ini bertujuan mengestimasi nilai WTP tiket masuk dan daya dukung kawasan, mengestimasi nilai ekonomi ekosistem serta kelayakan finansial dan ekonomi upaya konservasi, dan menganalisis strategi pengelolaan serta keterlibatan pemangku kepentingan. Data diperoleh melalui survei terhadap 47 wisatawan, wawancara mendalam dengan 12 pemangku kepentingan, observasi lapangan, dan data sekunder. Analisis dilakukan menggunakan contingent valuation method, analisis daya dukung, valuasi ekonomi ekosistem, extended cost benefit analysis, serta analisis MACTOR. Hasil penelitian menunjukkan nilai rataan WTP sebesar Rp13.000 per orang/kunjungan, sedangkan daya dukung fisik, daya dukung riil, dan daya dukung efektif kawasan masingmasing sebesar 630, 210, dan 105 orang per hari. Jika dibandingkan nilai daya dukung masih di atas rata-rata kunjungan aktual sebesar 52 orang per hari. Total nilai manfaat ekonomi ekosistem mangrove mencapai Rp1,83 miliar per tahun, bersumber dari manfaat langsung maupun manfaat tidak langsung. Kondisi eksisting dan skenario I layak secara finansial yakni masing-masing NPV Rp543.257.034 dan Rp1.605.546.833, Net B/C 1,37 dan 2,31 serta IRR 15,4% dan
30,12% dan secara ekonomi dengan NPV Rp6,2 miliar dan Rp10,95, Net B/C sebesar 12,11 dan 55,01 serta IRR sebesar 122,41% dan 595,48%. Hasil analisis MACTOR mengidentifikasi Candelia Coastal Conservation sebagai aktor paling berpengaruh, dengan tingkat konvergensi tujuan antaraktor mencapai 100% dan rehabilitasi kawasan sebagai prioritas tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa diversifikasi usaha berbasis ekosistem mangrove mampu menjadikan upaya konservasi Pangkal Babu mandiri secara finansial, didukung oleh tata kelola kolaboratif antarpemangku kepentingan.

