| dc.description.abstract | Aktivitas pengolahan dan peleburan timah berpotensi menghasilkan emisi partikulat dan sulfur dioksida (SO2) yang dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kualitas udara eksisting, pola dan distribusi spasial polutan, serta risiko kesehatan nonkarsinogenik masyarakat di sekitar PT Timah Tbk Divisi Processing and Refinery, Kecamatan Mentok.
Dispersi partikulat tersuspensi total (TSP) dan SO2 dimodelkan menggunakan AERMOD berdasarkan data sumber emisi, meteorologi, dan topografi. Distribusi spasial dipetakan menggunakan Google Earth Engine. Kondisi kualitas udara dievaluasi berdasarkan data pemantauan periode 2023–2025, sedangkan risiko kesehatan dianalisis menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan melalui perhitungan intake dan Risk Quotient (RQ) terhadap 160 responden.
Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi SO2 sebesar 0–57,5 µg/m³ dan TSP sebesar 31,2–67,7 µg/m³. Pada musim hujan, polutan cenderung terdispersi ke selatan–tenggara, sedangkan pada musim kemarau menuju barat–barat laut. Konsentrasi maksimum SO2 pada musim kemarau sebesar 99,87 µg/m³ untuk rata-rata 1 jam, 14,70 µg/m³ untuk 24 jam, dan 2,17 µg/m³ untuk tahunan. Pada musim hujan, konsentrasinya masing-masing sebesar 94,60 µg/m³, 6,75 µg/m³, dan 2,17 µg/m³. Konsentrasi maksimum TSP rata-rata 24 jam sebesar 9,12 µg/m³ pada musim kemarau dan 5,34 µg/m³ pada musim hujan. Seluruh konsentrasi masih memenuhi baku mutu udara ambien nasional.
Nilai RQ TSP berkisar antara 0,0004–0,1682 dengan rata-rata 0,028, sedangkan RQ SO2 berkisar antara 0,0004–0,2085 dengan rata-rata 0,032. Seluruh responden memiliki RQ kurang dari satu sehingga pajanan belum mengindikasikan risiko kesehatan nonkarsinogenik yang tidak dapat diterima. Kelurahan Sungai Baru memiliki nilai RQ rata-rata tertinggi sehingga perlu diprioritaskan dalam pemantauan kualitas udara dan perlindungan kelompok sensitif. | |