DINAMIKA SISTEM SOSIAL–EKOLOGI PERIKANAN HIU DAN PARI SERTA IMPLIKASI TERHADAP KONSERVASI DAN STRATEGI PENGELOLAANNYA: STUDI KASUS WEDGEFISH (Rhynchobatus spp.) DI PESISIR UTARA JAWA TIMUR
Date
2026Author
Nurhijayat, Akhmad
Adrianto, Luky
Boer, Mennofatria
Zairion
Booth, Hollie Louise
Metadata
Show full item recordAbstract
Perikanan hiu dan pari merupakan sistem sosial–ekologi yang kompleks karena
mempertemukan kerentanan biologis spesies berproduktivitas rendah dengan
ketergantungan ekonomi masyarakat pesisir dan permintaan pasar. Kompleksitas
ini juga didukung oleh data-limited fisheries, ketika informasi mengenai kondisi
sumberdaya, perilaku pelaku perikanan, dan efektivitas tata kelola masih terbatas.
Wedgefish dan giant guitarfish (Rhinopristiformes) merupakan kelompok prioritas
konservasi karena produktivitasnya rendah, pertumbuhannya relatif lambat, dan
tingkat ancamannya tinggi, tetapi masih menjadi bagian dari hasil tangkapan perikanan
demersal di pesisir utara Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis
sistem sosial–ekologi perikanan hiu dan pari, mengevaluasi status biologis
wedgefish dan giant guitarfish, menganalisis faktor yang membentuk perilaku konservasi,
serta mengeksplorasi strategi pengelolaan adaptif melalui integrasi analisis.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tuban dan Lamongan, yang merupakan
bagian dari sistem perikanan hiu dan pari di WPPNRI 712. Analisis sistem
menggunakan kerangka Social-Ecological Network Analysis (SENA). Status biologis
lima spesies Rhinopristiformes dianalisis berdasarkan struktur ukuran, parameter
pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Faktor perilaku dianalisis
menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB) terhadap 117 nelayan, dilanjutkan
dengan evaluasi alternatif konservasi, Focus Group Discussion (FGD), dan
Contingent Valuation Method untuk mengestimasi Minimum Acceptable Conservation
Incentive (MACI). Intervensi konservasi kemudian implementasikan melalui
exploratory Randomized Controlled Trial (RCT). Integrasi analisis dilakukan
melaui indeks dan pemodelan System Dynamics untuk mengeksplorasi respons
ekologis dan sosial-ekonomi terhadap berbagai strategi pengelolaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perikanan hiu dan pari di Tuban
dan Lamongan membentuk jejaring pemanfaatan yang terintegrasi dari penangkapan,
pendaratan, hingga perdagangan, dengan dinamika yang lebih banyak dipengaruhi
oleh aktivitas produksi dan insentif ekonomi. Dalam jejaring tersebut,
Fishing Effort merupakan variabel inti dan wedgefish Adalah komoditas dengan
high-value secondary catch, sehingga tekanan pemanfaatan tetap berlangsung meskipun
sebagian besar spesies berstatus Critically Endangered. Asesmen biologis
menunjukkan dominasi individu berukuran kecil dan tingginya proporsi individu
belum matang gonad, yang mengindikasikan tekanan terhadap struktur populasi.
Empat dari lima spesies memiliki tingkat eksploitasi di atas ambang keberlanjutan
biologis (E > 0,50), sedangkan Rhina ancylostoma berada sangat dekat dengan ambang
tersebut (E = 0,495). Rhynchobatus springeri menunjukkan tingkat eksploitasi
tertinggi (E = 0,722).
Analisis perilaku menunjukkan bahwa nelayan pada umumnya memiliki niat
konservasi, persepsi kemampuan, dan norma sosial yang mendukung live release,
tetapi keputusan aktual masih dipengaruhi pertimbangan ekonomi sehingga terdapat
intention–behaviour gap. Pendekatan berbasis insentif dan partisipasi memperoleh
penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan pendekatan berbasis sanksi.
Melalui proses ko-desain diperoleh Minimum Acceptable Conservation Incentive
sekitar Rp20.000 per individu wedgefish dengan estimasi ukuran <70-90 cm yang
dilepaskan kembali. Hasil exploratory switchback RCT menunjukkan bahwa model
GLMM utama menghasilkan odds ratio sebesar 4,94 (95% CI: 2,58–9,45; p <
0,001), yang mengindikasikan hubungan positif antara intervensi dan peluang live
release. Adapun demikian, setelah mempertimbangkan kemungkinan carryover effect,
estimasi menjadi 2,01 (95% CI: 0,72–5,61; p = 0,185). Kendati demikian, hasil
eksperimen diposisikan sebagai proof-of-concept yang memberikan indikasi awal
mengenai potensi intervensi, tetapi masih memerlukan pengujian lebih lanjut pada
skala dan periode yang lebih luas.
Integrasi SENA dan System Dynamics menunjukkan bahwa Fishing Effort
merupakan variabel inti dalam dinamika sistem, sementara kapasitas tata kelola
masih relatif terbatas. SENA memberikan gambaran mengenai di mana intervensi
perlu diarahkan (where to intervene), sedangkan System Dynamics mengeksplorasi
bagaimana intervensi memengaruhi perilaku sistem dari waktu ke waktu (how to
intervene). Simulasi menunjukkan bahwa respons sistem dipengaruhi tidak hanya
oleh keberadaan dan besaran insentif, tetapi juga oleh strategi phase-down. Skenario
dengan pengurangan insentif secara bertahap menunjukkan respons yang
relatif lebih stabil, dengan tingkat pemanfaatan akhir yang lebih rendah dan manfaat
ekonomi yang relatif lebih tinggi dibandingkan skenario dengan pengurangan insentif
yang lebih cepat. Hal ini memberikan indikasi bahwa strategi transisi merupakan
bagian penting dari desain pengelolaan adaptif.
Berdasarkan sintesis hasil, penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual
Socio-Cultural-Based Adaptive Conservation. Kerangka ini menempatkan
konteks socio-cultural sebagai salah satu fondasi penting bagi perubahan dan persistensi
perilaku konservasi. Dalam kerangka tersebut, insentif berfungsi sebagai
pemicu (trigger) perubahan perilaku, sementara norma sosial, nilai komunitas, local
ecological knowledge, dan praktik kolektif dapat mendukung terbentuknya persistensi
perilaku (behavioural persistence). Pendekatan ini mengarah pada
pergeseran dari incentive-driven conservation menuju socially embedded adaptive
conservation, dengan menempatkan keberlanjutan perubahan perilaku sebagai bagian
dari proses adaptasi pengelolaan. Kerangka tersebut memperluas pendekatan
konservasi pada data-limited fisheries dengan menghubungkan bukti ekologis, perilaku,
ekonomi, jejaring, sosial-budaya, dan tata kelola sebagai dasar pengambilan
keputusan yang lebih kontekstual dan adaptif.
Collections
- DF - Fisheries [797]

