| dc.description.abstract | Quick count merupakan metode yang banyak digunakan untuk memperoleh gambaran awal hasil pemilihan umum sebelum penghitungan resmi selesai dilakukan. Akurasi quick count sangat dipengaruhi oleh rancangan penarikan contoh yang digunakan, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu meningkatkan representativitas sampel. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai peubah bantu dalam berbagai rancangan penarikan contoh terhadap akurasi quick count Pemilihan DPR RI Tahun 2019. Data yang digunakan adalah hasil Pemilihan DPR RI Tahun 2019 tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta data IPM Tahun 2018 beserta komponen penyusunnya. Rancangan penarikan contoh yang dievaluasi meliputi Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling, Stratified Systematic Random Sampling, dan beberapa rancangan dua tahap yang dikombinasikan dengan pembentukan strata berbasis IPM menggunakan klasifikasi BPS, K-Means, dan K-Medoids, serta pasca-stratifikasi. Evaluasi dilakukan melalui simulasi Monte Carlo sebanyak 1.000 pengulangan pada setiap rancangan dan ukuran sampel menggunakan ukuran bias, Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE), Margin of Error (MOE), Design Effect (DEFF), ketepatan prediksi parliamentary threshold, dan urutan partai politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan IPM sebagai peubah bantu mampu meningkatkan akurasi quick count, terutama ketika digunakan sebagai dasar pengurutan kerangka sampel pada penarikan contoh sistematik (systematic sampling) maupun pada proses pasca-stratifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia berpotensi dimanfaatkan sebagai peubah bantu untuk meningkatkan kualitas rancangan quick count legislatif. | |