| dc.description.abstract | AMALIA NASUTION. Optimasi Produksi Minyak Ikan Makarel (Scomber japonicus) Hasil Samping Penepungan untuk Standar Mutu Pakan Ikan. Dibimbing oleh SUGENG HERI SUSENO dan SRI PURWANINGSIH.
Industri penepungan ikan menghasilkan minyak ikan sebagai hasil samping bernilai tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas karena mutu minyak belum memenuhi standar SNI 8467:2018, IFOMA, dan IFOS. Hal tersebut ditunjukkan oleh tingginya nilai parameter oksidatif, yaitu asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida (PV), p-anisidin (p-AnV), dan total oksidasi (TOTOX). Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan produksi minyak ikan makarel (Scomber japonicus) hasil samping penepungan melalui proses netralisasi, bleaching, dan pemurnian bertingkat agar memenuhi standar mutu sebagai bahan baku pakan ikan. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan optimasi variabel proses menggunakan Response Surface Methodology (RSM).
Karakterisasi terhadap 15 sampel minyak ikan makarel menunjukkan bahwa mutu awal minyak masih rendah, dengan nilai FFA sebesar (1,77–12,25%), (PV 6,27–64,69 mEq/kg), p-AnV (1,46–49,41 mEq/kg), dan TOTOX (25,46–147,08 mEq/kg). Hasil optimasi proses netralisasi menunjukkan kondisi optimum pada penggunaan konsentrasi NaOH 3,83% pada suhu 31,93°C, dengan prediksi nilai FFA (0,68%), PV (3,60 mEq/kg), p-AnV (9,93 mEq/kg), dan TOTOX (17,26 mEq/kg). Selanjutnya, optimasi proses bleaching menghasilkan kondisi optimum pada penggunaan persentase Magnesol XL 0,90% selama 18,50 menit, dengan prediksi nilai FFA (1,31%), PV (4,14 mEq/kg), p-AnV (11,60 mEq/kg), dan TOTOX (19,69 mEq/kg). Optimasi pemurnian bertingkat menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada penggunaan konsentrasi NaOH 4,83% dan persentase Magnesol XL 1,00% dengan nilai desirability 0,81, menghasilkan prediksi nilai FFA (0,31%), PV (2,71 mEq/kg), p-AnV (6,98 mEq/kg), dan TOTOX (12,40 mEq/kg). Hasil pemurnian juga menunjukkan bahwa kandungan logam berat memenuhi persyaratan standar, yaitu Fe (1,40 mg/kg), Cu (0,091 mg/kg), Pb (<0,003 mg/kg), As (0,086 mg/kg), Cd (0,099 mg/kg), dan Hg (<0,0003 mg/kg).
Secara keseluruhan, optimasi proses pemurnian berhasil meningkatkan mutu minyak ikan makarel hasil samping penepungan sehingga memenuhi standar mutu SNI 8467:2018, IFOMA, dan IFOS, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan.
Kata kunci: kualitas minyak ikan, minyak ikan, oksidasi lipid, pemanfaatan hasil samping, pemurnian minyak | |