Show simple item record

dc.contributor.advisorHardjomidjojo, Hartrisari
dc.contributor.advisorMachfud
dc.contributor.advisorWarsiki, Endang
dc.contributor.authorKartika, Hayu
dc.date.accessioned2026-08-14T07:11:28Z
dc.date.available2026-08-14T07:11:28Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178900
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi agroindustri kakao berbasis komunitas di Desa Nglanggeran yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu bentuk pengembangan agroindustri tersebut adalah Griya Cokelat Nglanggeran (GCN), yang didirikan pada tahun 2016 dan berlokasi di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. GCN ini dikelola oleh masyarakat dan didukung oleh berbagai komunitas desa seperti Petani, GAPOKTAN, PKK, POKDARWIS, dan Karang Taruna (Pemuda Desa). Meskipun GCN telah menghasilkan produk bernilai tambah berbasis kakao lokal dan terintegrasi dengan aktivitas wisata,GCN masih menghadapi tantangan, seperti: proses produksi yang masih dominan manual, fluktuasi harga bahan baku kakao, ketergantungan pada kunjungan wisata, dan pemanfaatan digitalisasi yang belum optimal. Selain itu, minimnya kompetitor dengan kapasitas usaha yang sebanding menyebabkan tekanan kompetitif terhadap IKM GCN relatif rendah, sehingga dinamika persaingan yang mendorong inovasi, efisiensi, dan peningkatan kualitas produk belum optimal. Oleh karena itu, kajian pengembangan daya saing berkelanjutan diperlukan agar IKM GCN mampu memperluas tingkat persaingan, meningkatkan daya tawar, dan memperkuat kolaborasi berbasis komunitas, karena komunitas merupakan bagian penting di IKM GCN, yang merupakan aset sosial dan sebagai penggerak dalam rantai nilai di GCN. Berdasarkan potensi dan permasalahan yang telah disebutkan, penelitian ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dimanfaatkan seoptimal mungkin agar GCN memiliki daya saing yang berkelanjutan. Agar dapat tercapai hal tersebut, Maka penelitian ini memiliki tujuan yang ingin dicapai dengan merumuskan strategi pengembangan. Penelitian ini memiliki beberapa tujuan, yang meliputi (1) melakukan identifikasi dan analisis peran komunitas dan kondisi situasional IKM GCN saat ini, (2) mendapatkan dimensi dan faktor penentu daya saing berkelanjutan berbasis pemberdayaan komunitas, (3) mengukur indeks keberlanjutan,dan (4) merumuskan strategi prioritas pengembangan daya saing yang berkelanjutan dengan pemberdayaan komunitas Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner kepada pemangku kepentingan. Analisis daya saing berkelanjutan dilakukan menggunakan pendekatan Multi Dimensional Scaling (MDS) melalui RAP-IKM GCN terhadap lima dimensi utama, yaitu ekonomi, sosial, organisasi, teknologi, dan keunggulan kompetitif, dengan total 30 faktor. Analisis leverage digunakan untuk mengidentifikasi faktor leverage, uji Monte Carlo untuk menguji keandalan model, serta simulasi peningkatan faktor kunci untuk melihat potensi peningkatan indeks. Perumusan strategi dilakukan menggunakan analisis SWOT (IFAS–EFAS) dan penentuan prioritas strategi menggunakan QSPM. Penelitian menunjukkan, Pertama, peran komunitas terbukti menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha, dimana kelompok petani dan GAPOKTAN berperan sebagai penyedia bahan baku, kelompok PKK sebagai pengolah produk serta POKDARWIS dan Karang Taruna (Pemuda Desa) sebagai penggerak promosi dan wisata. Kedua, dari 5 dimensi dan 30 faktor penentu daya saing berkelanjutan diperoleh 8 faktor Leverage penentu daya saing yang berkelanjutan. Ketiga,nilai indeks keberlanjutan secra keseluruhan dari lima dimensi GCN berada pada kategori “cukup berkelanjutan” dengan nilai rata-rata sebesar 54,68%, kemudian meningkat menjadi 60,68% setelah dilakukan simulasi indeks. Kategori status setelah simulasi nilai keseluruhan dari lima dimensi tetap masuk di posisi “cukup berkelanjutan”. Namun, dari 5 dimensi tersebut, terdapat satu dengan dimensi yang masuk dalam kategori “berkelanjutan” dimensi tersebut adalah dimensi sosial. Keempat, Hasil perumusan strategi menghasilkan delapan alternatif strategi, dengan prioritas utama berupa diversifikasi produk melalui penguatan promosi digital dan pengembangan wisata edukasi berbasis komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan daya saing berkelanjutan IKM berbasis komunitas memerlukan pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, organisasi, teknologi, dan keunggulan kompetitif.Pemberdayaan komunitas terbukti menjadi elemen kunci dalam meningkatkan keberlanjutan usaha serta berpotensi menjadi model pengembangan IKM berbasis desa wisata.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Daya Saing Berkelanjutan Industri Kecil Menengah Kakao Melalui Pemberdayaan Komunitas (Studi Kasus Agroindustri Griya Cokelat Nglanggeran)id
dc.title.alternative
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordDaya Saing Berkelanjutanid
dc.subject.keywordIndustri Kecil dan Menengahid
dc.subject.keywordKeunggulan Kompetitifid
dc.subject.keywordPemberdayaan Komunitasid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record