Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorBarus, Baba
dc.contributor.advisorFauzi, Akhmad
dc.contributor.authorGai, Ardiyanto Maksimilianus
dc.date.accessioned2026-08-14T07:10:41Z
dc.date.available2026-08-14T07:10:41Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178891
dc.description.abstractKemiskinan merupakan fenomena multidimensi yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses terhadap berbagai modal penghidupan serta karakteristik spasial wilayah. Penelitian ini bertujuan merumuskan model strategi penanggulangan kemiskinan yang adaptif, berkelanjutan, dan sensitif terhadap variasi spasial di Kabupaten Manggarai Barat dengan menggunakan Sustainable Rural Livelihood Approach (SRLA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengintegrasikan analisis spasial, indeks komposit, ekonometrika spasial, dan Spatial System Dynamics. Unit analisis mencakup desa dan kelurahan dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, pemerintah daerah, dan data potensi desa. Pola spasial kemiskinan dianalisis menggunakan Moran’s I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA), sedangkan kemiskinan multidimensi diukur melalui Composite Index of Poverty (CIP) berbasis lima modal penghidupan SRLA. Determinan dan heterogenitas spasial dianalisis menggunakan OLS, GWR, dan MGWR. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial yang signifikan, dengan kantong kemiskinan terkonsentrasi terutama di wilayah pedalaman, upland, dan wilayah dengan aksesibilitas terbatas. Modal manusia dan modal fisik menjadi determinan utama kemiskinan, meskipun pengaruhnya bervariasi antarwilayah. Evaluasi kebijakan menunjukkan bahwa intervensi penanggulangan kemiskinan belum memberikan dampak yang merata karena kurang mempertimbangkan heterogenitas spasial. Simulasi Spatial System Dynamics hingga tahun 2045 menunjukkan bahwa skenario peningkatan modal manusia memberikan dampak pengurangan kemiskinan lebih kuat dibandingkan Business as Usual dan peningkatan infrastruktur secara terpisah. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi paling efektif adalah penguatan modal manusia dan modal fisik secara terpadu, berbasis tipologi wilayah dan karakteristik lokal, untuk memperkuat penghidupan berkelanjutan serta mempercepat pengurangan kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleModel Strategi Sustainable Rural Livelihood Approach dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Baratid
dc.title.alternativeA Strategic Model for the Sustainable Rural Livelihood Approach in Poverty Alleviation in West Manggarai Regency
dc.typeDisertasi
dc.subject.keywordindeks komposit kemiskinanid
dc.subject.keywordkeberlanjutan penghidupanid
dc.subject.keywordkemiskinan multidimensiid
dc.subject.keywordkemiskinan spasialid
dc.subject.keywordsustainable rural livelihood approachid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record