Model Strategi Sustainable Rural Livelihood Approach dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat
Date
2026Author
Gai, Ardiyanto Maksimilianus
Rustiadi, Ernan
Barus, Baba
Fauzi, Akhmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Kemiskinan merupakan fenomena multidimensi yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses terhadap berbagai modal penghidupan serta karakteristik spasial wilayah. Penelitian ini bertujuan merumuskan model strategi penanggulangan kemiskinan yang adaptif, berkelanjutan, dan sensitif terhadap variasi spasial di Kabupaten Manggarai Barat dengan menggunakan Sustainable Rural Livelihood Approach (SRLA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengintegrasikan analisis spasial, indeks komposit, ekonometrika spasial, dan Spatial System Dynamics. Unit analisis mencakup desa dan kelurahan dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, pemerintah daerah, dan data potensi desa. Pola spasial kemiskinan dianalisis menggunakan Moran’s I dan Local Indicators of Spatial Association (LISA), sedangkan kemiskinan multidimensi diukur melalui Composite Index of Poverty (CIP) berbasis lima modal penghidupan SRLA. Determinan dan heterogenitas spasial dianalisis menggunakan OLS, GWR, dan MGWR. Hasil penelitian menunjukkan adanya autokorelasi spasial yang signifikan, dengan kantong kemiskinan terkonsentrasi terutama di wilayah pedalaman, upland, dan wilayah dengan aksesibilitas terbatas. Modal manusia dan modal fisik menjadi determinan utama kemiskinan, meskipun pengaruhnya bervariasi antarwilayah. Evaluasi kebijakan menunjukkan bahwa intervensi penanggulangan kemiskinan belum memberikan dampak yang merata karena kurang mempertimbangkan heterogenitas spasial. Simulasi Spatial System Dynamics hingga tahun 2045 menunjukkan bahwa skenario peningkatan modal manusia memberikan dampak pengurangan kemiskinan lebih kuat dibandingkan Business as Usual dan peningkatan infrastruktur secara terpisah. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi paling efektif adalah penguatan modal manusia dan modal fisik secara terpadu, berbasis tipologi wilayah dan karakteristik lokal, untuk memperkuat penghidupan berkelanjutan serta mempercepat pengurangan kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat.

